Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Hukuman Mati
Adami Wilson Sudah Dieksekusi Mati
Friday 15 Mar 2013 16:06:24

Jaksa Agung Basrief Arief, Jumat (15/3) saat menjawab pertanyaan para wartawan.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Perjalanan hidup bandar narkoba Adami Wilson akhirnya berakhir di sekitar Kepulauan 1000 DKI Jakarta, Indonesia, usai ditembak oleh para eksekutor spesialis hukuman mati tadi malam.

"Tadi malam sudah dilakukan, dieksekusi satu orang, itu atas nama Adami Wilson, wilayahnya itu dilaksanakan di sekitar kepulauan wilayah seribu," kata Jaksa Agung Basrief Arief, kepada para Wartawan, Jumat (15/3).

Adami Wilson yang merupakan Warga Negara Nigeria ini adalah bandar besar narkoba jenis sabu-sabu dan heroin yang merupakan salah satu jaringan besar Internasional, Adami bahkan disinyalir memiliki 2 Kewarganegaraan, Nigeria dan Malawi serta punya beberapa paspor.

Sebelumnya Polisi yang menyamar sebagai pembeli menangkap lelaki hitam bertubuh gempal ini pada Tahun 2003, saat hendak dibekuk, sempat terjadi tembak menembak, namun akhirnya Adami Wilson dan kaki tangannya tak berkutik, untuk kemudian di jebloskan ke LP Tangerang Banten.

"Terpidananya (Adami Wilson) adalah terpidana dari wilayah Banten, Tangerang," ujar Basrief di depan Gedung Jampidum Kejaksaan Agung. Adami Wilson 1 dari terpidana eksekusi mati yang telah mengikuti proses antri.

Sebagaimana diketahui, Adami Wilson pernah mendekam di Nusakambangan sejak tahun 2007, kasus narkoba yang menjeratnya terlampau besar, hingga pada klimaksnya, dirinya harus ditembus timah panas diakhir hidupnya.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Hukuman Mati
 
• Predator 13 Santriwati Lolos Hukuman Mati. Kajati Jabar: Kami Pikir-pikir
 
• Sindikat Narkotika di Rawa Kalong, Gunung Sindur Bogor Dituntut Hukuman Mati
 
• AMPAD Mendukung Penuh Jaksa Agung Hukum Mati Koruptor
 
• DPR Pertanyakan Dasar Pemohon Soal Korupsi Saat Bencana Alam
 
• Amnesty International Indonesia Yakin Moratorium Hukuman Mati Dapat Terwujud
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]