Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Rizal Ramli
Ada 7 Kandidat Capres Alternatif Konvensi Rakyat
Friday 20 Dec 2013 04:24:13

Acara Konvensi Rakyat Tetapkan 7 Kandidat Capres Alternatif (Foto: BH/bar)
JAKARTA , Berita HUKUM - Usai melakukan peluncuran Konvensi Rakyat Capres RI pada 10 November 2013 lalu, Konvensi Rakyat telah mengundang secara terbuka seluruh kader terbaik bangsa, untuk menjadi kandidat Capres RI. Hingga 10 Desember lalu, Sekertariat Konvensi Rakyat telah menerima 25 orang yang menyatakan siap dan mampu memimpin negeri ini, Kamis (19/12).

Ketua Komite Konvensi Rakyat, Salahuddin Wahid menyatakan, Komite Konvensi Rakyat akhirnya menetapkan 7 (tujuh) kandidat Calon Presiden (Capres) Republik Indonesia 2014 pilihan rakyat.

"Ke 7 orang tersebut dipilih atas berbagai pertimbangan, termasuk pengalaman dan kemampuan masing-masing untuk maju sebagai capres," kata Salahuddin Wahid yang akrab disapa Gus Solah dalam konferensi pers "Konvensi Rakyat Tetapkan Tujuh Kandidat Capres Alternatif " di Oasis Amir Hotel.

Menurut Gus Solah, dari tujuh kandidat tersebut ada nama-nama yang tak asing lagi dikancah perpolitikan nasional dan dianggapnya pernah punya pengalaman menjadi menteri, yakni Yusril Izha Mahendra, Rizal Ramli. Ada pula Israan Noor yang masih menjabat sebagai Bupati Kutai Timur. Dan selanjutnya, adalah Ricky Sutanto seorang pengusaha, Tony Ardie dari Aktivis Senior, Sofjan Saury Siregar dan Anni Iwasaki.

Lebih jauh Gus Solah mengatakan, menilik kapasitas para calon seharusnya ketujuh kandidat tersebut siap menghadapi persaingan menjadi kandidat capres RI 2014.

"Konvensi rakyat berharap mereka bisa menjadi alternatif calon pemimpin bangsa yang bisa berlaga dalam pemilu Presiden mendatang," tegas adik kandung Alm. Gus Dur ini.

Dia pun mengatakan setelah melalui debat publik selanjutnya akan dilakukan survei terhadap ketujuh kandidat capres alternatif tersebut. "Peserta konvensi rakyat yang ada diperingkat atas akan dinegosiasikan dengan partai politik untuk mendapatkan dukungan suara sesuai persyaratan pencalonan presiden," pungkasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Sekretaris Komite Konvensi Rommy Fibri mengatakan, Ketujuh kandidat tersebut akan mengikuti proses Konvensi Rakyat selanjutnya, yakni Debat Publik di 6 kota yang akan dimulai pada 5 Januari 2014 di kota Surabaya. Berikutnya berturut di kota Medan (19/01/2014), Balikpapan (02/02/2014), Makassar (16/02/2014), Bandung (02/03/2014) dan Jakarta (09/03/2014).

Menurut Rommy dengan diadakannya debat publik di kota-kota besar tersebut, para kandidat tidak hanya punya kesempatan untuk memaparkan Visi dan Misinya kepada rakyat. Bahkan sebaliknya, ia menambahkan para kandidat juga bisa menyambangi rakyat, dengan mau mendengar dan juga menyerap aspirasi rakyat.

"Pemimpin harus peka dan memiliki kepedulian terhadap derita rakyat," ujarnya.(BH/bar)


 
Berita Terkait Rizal Ramli
 
Tinta Emas Sang Begawan Ekonomi dan Pejuang Demokrasi
 
Rizal Ramli Siaga Nyapres
 
Dituding SARA, Rizal Ramli: Yang Dikritik Itu Negara China, Bukan Etnis Tionghoa!
 
Ekonomi Nyungsep, Ramalan Rizal Ramli 9 Bulan Lalu Yang Jadi Kenyataan
 
Dituduh Haus Jabatan, Rizal Ramli: Mari Bung Rebut Kembali, Lagu Perjuangan Yang Relevan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]