Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Pakistan
AS tak Sampaikan Permintaan Maaf ke Pakistan
Monday 05 Dec 2011 20:15:05

Pasukan Nato menunggu sebuah helikopter mendarat yang akan digunakan untuk patroli dan serangan udara terhadap tempat-tempat persembunyian gerilyawan Talibat (Foto: Muslimdaily.com)
WASHINGTON (BeritaHUKUM.com) – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menelepon Presiden Pakistan Asif Ali Zardari untuk menyampaikan duka cita atas serangan udara Nato yang menewaskan 24 tentara Pakistan pekan lalu. Namun, AS tak menyampaikan permintaan maafnya terhadap Pakistan.

Dalam percakapan telepon hari Minggu (4/12) watu setempat atau Senin (5/12) WIB, Obama mengatakan, insiden itu disesalkan dan bukan serangan yang disengaja terhadap Pakistan. Presiden menegaskan kembali tekad Amerika untuk penyelidikan penuh terhadap insiden 26 November itu.

Obama menambahkan, hubungan Amerika Serikat dengan Pakistan sangat penting demi keamanan kedua negara. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton juga menelepon Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gillani menyampaikan belasungkawa.

Sebelumnya, sejumlah helikopter AS menyerag pos tentara Pakistan di perbatasan Pakistan-Afghanistan pada 26 November lalu. Hal ini memicu kemarahan di Pakistan, sehingga negara itu menarik diri dari konferensi mengenai masa depan Afghanistan yang akan diadakan di Bonn, Jerman.(voa/sya)


 
Berita Terkait Pakistan
 
• Mantan Perdana Menteri Imran Khan Diringkus KPK Pakistan
 
• Imran Khan, Mantan PM Pakistan, Ditembak Saat Protes Pemerintah - Siapa Terduga Pelaku?
 
• Mahasiswa Pakistan Disiksa Hingga Tewas karena 'Menista' Agama
 
• Serangan Bunuh Diri di Sekolah Polisi Pakistan, Puluhan Tewas
 
• Bioskop-Bioskop Pakistan Boikot Film India Akibat Ketegangan di Kashmir
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]