Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Palestina
AS dan PBB Mengutuk Serangan ke Gaza
Saturday 09 Aug 2014 14:14:38

Warga Palestina menjauh dari daerah perbatasan. Dua belah pihak telah berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata.(Foto: twitter)
PALESTINA, Berita HUKUM - Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk serangan yang dilakukan ke Gaza dan Israel setelah gencatan senjata berakhir pada Jumat (8/8). Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, mengatakan dua belah pihak harus bekerja sama untuk menciptakan "genjaran senjata yang berkelanjutan".

Senada, Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon menilai penderitaan dan kematian warga sipil di tengah konfik tidak bisa ditoleransi.

"Sekjen mendesak dua belah pihak untuk kembali menghormati gencatan senjata kemanusiaan dan melanjutkan negosiasi di Kairo untuk menciptakan gencatan yang tahan lama."

Israel pada Jumat (8/8) melanjutkan serangan ke Gaza setelah gencatan selama tiga hari berakhir. Mereka mengatakan serangan dilakukan sebagai respon serangan roket yang diluncurkan Hamas.

Tidak berunding

Hamas mengatakan Klik mereka menolak gencatan lanjutan karena Israel tidak bisa memenuhi permintaan mereka.

Sebanyak lima orang tewas pada Jumat (8/8) dan dua warga Israel luka-luka akibat serangan mortar.
Mesir, yang menengahi konflik Palestina dan Israel, meminta dua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan.

Seorang delegasi Palestina bertemu dengan mediator Mesir di Kairo, Jumat malam. Tetapi, pejabat Israel mundur dari perundingan karena mereka "tidak ingin bernegosiasi ketika serangan kembali terjadi".

Pejabat senior Palestina, Mustafa Barghouti, mengatakan kepada BBC bahwa sebetulnya tembakkan roket ke Israel bukanlah dari Gaza tetapi dari wilayah Palestina yang lain.

Sementara, Israel mengatakan telah kembali melakukan serangan udara di Gaza setelah militan Palestina menembak 18 roket setelah berakhirnya gencatan senjata tiga hari pada Jumat (8/8) pagi.

Tentara Israel menyebut serangan roket tersebut "tidak dapat diterima, ditolerir dan picik".

Setidaknya satu ditangkap dan tidak ada laporan tentang korban.

Jet Israel terbang di atas Gaza dan ada laporan mengenai berbagai ledakan besar di Gaza.
Sementara itu, warga sipil Palestina berusaha menjauh dari daerah perbatasan.

Kelompok militan Palestina Hamas yang menguasai Gaza, sebelumnya menolak perpanjangan gencatan senjata dan mengatakan Israel gagal memenuhi tuntutannya.

Ribuan warga sipil tewas

Sekitar 1.940 orang tewas dalam empat minggu pertempuran di Gaza.

Para pejabat Palestina mengatakan sedikitnya 1.875 orang tewas sejak serangan Israel pada 8 Juli lalu dengan tujuan menghentikan serangan roket dari militan di Gaza dan menghancurkan jaringan terowongan yang dilaporkan digunakan oleh para militan untuk melancarkan serangan di dalam wilayah Israel.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan 1.354 dari mereka yang meninggal adalah warga sipil, termasuk 415 anak-anak dan 214 wanita.

Pemerintah Israel mengatakan 64 tentara, dua warga sipil Israel dan seorang warga negara Thailand tewas selama pertempuran. Israel juga mengklaim sekitar 900 militan Palestina tewas dalam serangan di Gaza.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Palestina
 
Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
 
Terekam, Biadabnya Tentara Israel Rayakan Kehancuran RS Indonesia
 
Insiden Terbunuhnya Ismail Haniyeh Perburuk Situasi Timur Tengah
 
Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini
 
Enam bulan pertikaian di Gaza dalam angka
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]