Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Ukraina
AS dan NATO Tegaskan Dukungannya untuk Ukrania
2022-03-27 11:30:45

Presiden AS Joe Biden dan para petinggi NATO berfoto jelang pertemuan membahas krisis Ukraina.(Foto: Istimewa)
BRUSSEL, Berita HUKUM - Dengan perang di Ukraina memasuki bulan kedua, AS dan NATO setuju untuk meningkatkan dukungannya ke Ukraina dan para pemimpin G7 telah memperingatkan Rusia agar tidak menggunakan senjata kimia.

Selama pidatonya di Brussel pada hari Kamis (24/3), Presiden Amerika Serikat Joe Biden menegaskan bahwa NATO lebih bersatu dari sebelumnya di tengah invasi Rusia yang sedang berlangsung. Biden mengatakan dia bertekad untuk tidak hanya mempertahankan upaya yang sedang berlangsung di Ukraina, tetapi juga untuk membangunnya.

Mengenai negosiasi diplomatik yang sedang berlangsung antara Ukraina dan Rusia, dia mengatakan pada akhirnya terserah kepada Kyiv untuk menentukan apakah mereka ingin menyerahkan wilayah mereka kepada Rusia.

Biden dukung Rusia ditendang dari G20
Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada hari Kamis (24/03) mendukung wacana ditendangnya Rusia dari kelompok negara ekonomi G20 atas invasinya terhadap Ukraina.

"Saya meningkatkan kemungkinan jika itu tidak dapat dilakukan," ujar Biden di Brussel usai pertemuannya dengan NATO.

"Jika Indonesia dan negara lainnya tidak setuju, maka kita harus dalam pandangan saya meminta untuk megajak Ukraina menghadiri pertemuan juga," tambahnya.

Sebelumnya, Co-Sherpa G20 Indonesia, Duta Besar Dian Triansyah Djani, mengatakan bahwa Indonesia mengundang seluruh negara anggota G20, termasuk Rusia dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali.

"Kami, Indonesia, sebagai Presiden G20 akan bertindak imparsial dan berupaya mencari solusi terhadap semua persoalan. Hal ini telah dan selalu dilakukan pada masa keketuaan RI di sejumlah forum dan lembaga," kata Dian, Kamis (24/03).

PBB prihatin atas pemboman di dekat Chernobyl
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan keprihatinannya pada hari Kamis (24/03) setelah Ukraina memperingatkan pemboman Rusia di sebuah kota dekat Chernobyl.

Slavutych adalah kota yang terletak sekitar 50 kilometer dari Chernobyl dan merupakan tempat tinggal sebagian besar staf yang bekerja di lokasi PLTN Chernobyl.

"Ukraina memberi tahu Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bahwa pasukan Rusia menembaki pos pemeriksaan Ukraina di kota Slavutych di mana banyak orang yang bekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl tinggal, menempatkan mereka dalam risiko," kata badan itu dalam sebuah pernyataan.

Majelis Umum PBB salahkan Rusia
Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi yang menyalahkan Rusia atas krisis kemanusiaan di Ukraina dan menyerukan gencatan senjata segera. Resolusi itu disahkan dengan mayoritas 140 suara mendukung dan hanya lima suara menentang. Sekitar 38 anggota abstain dari pemungutan suara.

Resolusi tersebut ditulis oleh Ukraina dan mitranya, mengkritik Rusia atas situasi kemanusiaan yang "mengerikan" di Ukraina. Lima negara yang menentang: Rusia, Belarus, Suriah, Korea Utara, dan Eritrea, sama-sama memilih menentang resolusi yang mengutuk invasi. Cina dan India, mitra utama Rusia, sekali lagi abstain.

Dilaporkan total 3.343 orang dievakuasi dari kota-kota Ukraina melalui koridor kemanusiaan pada hari Kamis (24/03). Sebanyak 2.717 orang di antaranya berhasil meninggalkan Mariupol, yang dikepung oleh Rusia. Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk mengklaim bahwa pasukan Rusia telah mencegah konvoi bantuan kemanusiaan memasuki Mariupol.

Kemunculan Menteri Pertahanan Rusia
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu muncul kembali pada hari Kamis (24/03) setelah tidak terlihat oleh publik selama beberapa minggu. Namun, penampilan pria berusia 66 tahun itu hanya terlihat pada sebagian kecil dari layar komputer Putin selama panggilan video terpisah bersama dengan pejabat Rusia lainnya.

Video yang diambil dari dalam kantor Putin oleh kantor berita RIA, memperbesar bagian layar tempat Shoigu berada. Video tersebut diyakini sebagai penampakan perdana sang menteri sejak 11 Maret lalu.

"Menteri pertahanan sedang memikirkan banyak hal saat ini. Operasi militer khusus sedang berlangsung. Sekarang bukan waktunya untuk aktivitas media," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

rap/ha (AP, AFP, dpa, Reuters/mw/bh/sya)


 
Berita Terkait Ukraina
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]