Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Korea Utara
AS Mengaku Tak Memusuhi dan Tak Ingin Gulingkan Rezim di Korea Utara
2017-08-04 08:01:55

AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa mereka tidak menuntut perubahan rezim di Korea Utara, ungkap menteri luar negeri AS, menyusul terus menegangnya hubungan kedua negara terkait masalah rudal.

"Kami bukan musuh Anda," kata Menlu Rex Tillerson, sembari menambahkan bahwa AS juga berharap bisa berdialog dengan Korut.

Meskipun begitu, seorang senator senior partai republik menyebut bahwa perang dengan Korea Utara adalah pilihan yang harus dipertimbangkan.

Sebelumnya, Pyongyang menyebut rudal termutakhirnya bisa menghantam pantai barat AS atau bahkan mana pun di Amerika.

"Kami tidak mengusahakan terjadinya perubahan rezim, kami tidak menginginkan hancurnya rezim itu. Kami juga tidak mengupayakan percepatan penyatuan kembali dua negara di Semenanjung Korea, dan kami juga tidak sedang mencari-cari alasan untuk mengirim tentara kami ke sana," kata Menlu Tillerson.

"Kami bukan musuh Anda, kami bukanlah ancaman bagi Anda, tapi Anda mengancam kami, hal yang tak bisa kami terima dan kami harus merespon."

jong unHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionUji cobarudal ICBM yang kedua diklaim Korut bisa mencapai Amerika Serikat.

Uji coba kedua rudal balistik antar benua (ICBM) milik Korut pada Jumat, (28/07), yang dirayakan penuh kebahagiaan oleh pimpinan Korut Kim Jong-un, adalah uji coba terakhir yang melanggar larangan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

AS sudah berkali-kali mengkritik Cina, negara yang berbatasan darat dan merupakan sekutu ekonomi terdekat Korut, karena tidak berbuat banyak untuk menghentikan program rudal Pyongyang.

Meskipun begitu, berbeda dengan pernyataan Trump, Tillerson mengeluarkan pendapat yang lebih diplomatis; "hanya Korea Utara yang patut disalahkan dalam situasi ini."

"Tapi," dia melanjutkan, "kami percaya Cina punya hubungan yang spesial dan unik dengan Korut, karena aktivitas ekonomi mereka, untuk mempengaruhi rezim Korut dengan cara yang tidak bisa dilakukan negara lain."

Secara terpisah, senator senior partai republik, Lindsey Graham menyatakan bahwa Trump berkata padanya bahwa AS dan Korut akan berperang jika Pyongyang terus mengembangkan program rudal dengan AS sebagai target.

"Trump mengatakan itu kepada saya. Saya percaya dia," kata Graham dalam sebuah wawancara di program Today NBC.
-inherit
peta
Image captionPeta jangkauan rudal Korea Utara.

"Jika perlu perang untuk menghentikan (Korea Utara), maka perang itu akan terjadi. Jika ribuan orang mati, mereka akan mati di sana, bukan di sini. Dan dia (Trump) mengatakan itu di depan muka saya."

Kebanyakan pakar yakin bahwa Pyongyang tidak mampu membuat rudal pembawa nuklir yang bisa meluncur hingga jarak jauh. Mereka menyebut banyak rudal Korea Utara yang gagal mencapai sasaran.

Namun sejumlah pakar lain percaya bahwa Pyongyang akan mengatasi segala kendala tersebut dan mampu membuat senjata nuklir dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang yang dapat menghantam AS.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Korea Utara
 
Korea Utara Biayai Program Rudal Nuklir Triliunan Rupiah dari Pencurian Kripto
 
Tembakan Rudal Korea Utara ke Arah Jepang, 'Apa maunya Kim Jong-un?'
 
Kim Jong-un Muncul di Depan Umum di Tengah Spekulasi tentang Kesehatannya, Ungkap Media Korut
 
Korea Utara: Pyongyang 'Luncurkan Rudal dari Kapal Selam', Melesat Sejauh 450 Km
 
Korea Utara Tolak Perundingan Damai dengan Korea Selatan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]