Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Laut Cina Selatan
AS Khawatirkan Sengketa Laut Cina Selatan
Friday 09 May 2014 07:47:19

Kapal Cina dan kapal Vietnam terlibat bentrok di Laut Cina Selatan.(Foto: Istimewa)
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Amerika Serikat menyatakan kekhawatirannya atas "tindakan berbahaya dan intimidasi" yang terjadi di Laut Cina Selatan, setelah kapal-kapal dari Vietnam dan China bertabrakan di perairan yang disengketakan. Tabrakan ini terjadi saat kapal Vietnam mencoba mencegah kapal Cina yang akan mendirikan sebuah kilang minyak di dekat Kepulauan Paracel.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyebut langkah Beijing membangun kilang minyak di daerah tersebut sebagai aksi "provokatif".

"Tindakan sepihak ini tampaknya menjadi bagian dari perilaku Cina dalam memperluas klaimnya atas wilayah sengketa dengan cara yang merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan itu," kata juru bicara Deplu AS, Jen Psaki.

"Kami juga sangat prihatin atas tindakan berbahaya dan intimidasi oleh kapal-kapal yang beroperasi di daerah ini," katanya dan menyerukan kepada semua pihak untuk menjalankan kepentingannya secara "aman dan profesional".

Dia menambahkan pentingnya memperjelas daerah-daerah yang disengketakan sesuai dengan hukum internasional. Insiden yang melibatkan setidaknya tiga buah kapal itu terjadi dekat Kepulauan Paracel, yang dikendalikan oleh Cina tetapi juga diklaim oleh Vietnam.

Kapal-kapal Vietnam datang setelah Cina mengumumkan bahwa mereka akan memindahkan rig pengeboran ke lokasi tersebut pada pekan lalu.

Vietnam mengatakan telah mengirimkan polisi maritim dan menunjukkan rekaman pada konferensi pers tentang insiden kapal Cina yang menyeruduk kapal. Enam pejabat telah terluka, kata sumber tersebut.

Di sisi lain, Cina mengatakan "kegiatan mengganggu yang dilakukan oleh pihak Vietnam merupakan pelanggaran hak-hak berdaulat Cina".

Ketegangan telah meningkat di Laut Cina Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Filipina saat ini sedang mengadukan China ke PBB atas sengketa teritorial maritim antara keduanya.

Pada hari Rabu (7/5), polisi Filipina menangkap kapal nelayan Cina dan menahan 11 awaknya di lokasi yang disengketakan di kawasan Laut Cina Selatan.

Sementara, Beijing memperingatkan Vietnam untuk menarik kapal-kapalnya dari wilayah yang dipertikaikan setelah terjadi tabrakan. Vietnam menuduh Cina mengumpulkan 80 kapal, termasuk kapal angkatan laut, untuk mendukung operasi pengeboran minyak di lepas pantai kepulauan sengketa Paracel.

Negara tersebut mengeluarkan video untuk mendukung pernyataannya di mana terlihat kapal Klik Cina menabrak kapal Vietnam. Amerika Serikat meminta semua pihak menahan diri karena muncul kemungkinan bentrokan.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Beijing mengatakan kapal patroli Vietnam secara sengaja menabrakkan diri. Dia mengatakan operasi pemboran dilakukan di wilayah Cina dan Beijing telah menahan diri.

Vietnam segera mengirim kapalnya ke daerah di lepas pantai karena Cina mengumumkan akan mengirim kapal bor untuk mencari minyak tanggal 1 Mei. Vietnam berencana melakukan eksplorasi minyak di wilayah yang mereka pandang di bawah kedaulatannya.

Paracel dikuasai Cina sejak negara itu memperluas pengawasan atas seluruh kepulauan lewat operasi militer di tahun 1974.

Para pengamat memandang muncul kekhawatiran Cina sedang menguji Vietnam dan Amerika Serikat setelah kunjungan Presiden Barack Obama baru-baru ini ke kawasan.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Laut Cina Selatan
 
ASEAN Perlu Berpikir Komprehensif Selesaikan Masalah Laut China Selatan
 
Laut China Selatan Kian Memanas, Wakil Ketua MPR: Indonesia Harus Tetap Siap Siaga
 
Laut China Selatan: Aksi China Memburu Sumber Daya 'Melanggar Hukum', Kata Menlu AS
 
Seruan AS agar Melayarkan Kapal ke Laut Cina Selatan
 
AS Tuntut Cina 'Menghentikan' Reklamasi di Laut Cina Selatan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]