Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Air
84 Titik di Kabupaten Bogor Krisis Air Bersih
Thursday 30 Aug 2012 10:04:35

Ilustrasi Krisis Air Bersih (Foto: Ist)
BOGOR, Berita HUKUM - Sebanyak 57 desa di 12 kecamatan di Kabupaten Bogor, saat ini dilanda krisis air bersih. Bahkan akibat kemarau panjang, sejumlah tempat mengalami kekeringan dan berdampak pada sektor pertanian.

Sejumlah titik, seperti wilayah Kabupaten Bogor bagian Timur, di antaranya Kecamatan Jonggol, Cariu, Tanjungsari, sawah-sawah mengering dan mengakibatkan sejumlah petani alami gagal panen.

“Dari 40 kecamatan, 12 kecamatan di antaranya kini dilanda kekeringan. Tepatnya ada 57 desa yang dikategorikan sedang mengalami krisis air,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Makmur Rozak, Rabu (29/8) sore.

Makmur menyebutkan, ke - 12 kecamatan tersebut kebanyakan berada di daerah yang rutin mengalami kekeringan dan berujung kesulitan air saat musim kemarau.

Adapun ke-12 kecamatan itu adalah Kecamatan Parung Panjang, Jasinga, Tenjo, Ciseeng, Jonggol, Cariu, Leuwisadeng, Sukajaya, Cigudeg, Dramaga, Caringin, dan Sukaraja.

Dia memaparkan, dari 57 desa di 12 kecamatan itu, secara keseluruhannya ada 84 titik yang saat ini benar-benar kesulitan air.

Mengenai penanganannya sendiri, lanjutnya, adalah memfokuskan diri memberikan bantuan pengiriman air bersih.

”Kami, BPBD, sudah berkoordinasi atau tepatnya bekerja sama dengan PDAM Tirta Kahuripan. Kita distribusikan air bersih ke 84 titik sulit air ini. Hari ini (Rabu) pendistribusian kita mulai,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, katanya, sebanyak 11 unit tangki air yang berkapasitas 5 ribu liter dikerahkan ke 57 desa itu. Dari 11 unit tangki itu, sembilan di antaranya milik PDAM dan dua unit lainnya merupakan bantuan dari TNI di Kabupaten Bogor.

”Untuk saat ini, pendistibusian kita fokuskan pada daerah yang sumber airnya memang sudah kering dan air yang kita berikan memang untuk memenuhi kebutuhan mendasar, seperti memasak dan minum”, katanya.

Sebelumnya, kata Makmur, pihaknya juga pernah melakukan pengiriman air bersih.

”Sebetulnya pada 2 Agustus lalu kita juga lakukan pengiriman. Hanya saja saat itu, baru empat kecamatan yang kita kirim. Karena berdasarkan laporan, baru empat kecamatan itu yang mengalami krisis air bersih. Keempatnya yakni, Kecamatan Tenjo, Parung Panjang, Sukaraja, dan Leuwisadeng”, tambahnya

Mengenai penanganan untuk keperluan pertanian, diakuinya, BPBD belum bisa melakukannya. ”Untuk pertanian belum. Kita harus koordiansi dengan Dinas Pertanian", pungkasnya.(mi/bhc/rby)


 
Berita Terkait Air
 
Viral Konten Dedi Mulyadi soal Sumber Air Aqua, Ini Klarifikasi AQUA
 
Baharudin Demmu: Beberapa Daerah di Kukar Masih Mengalami Kesulitan Air Bersih
 
Wahh, Air di dalam Botol Aqua dan Nestle Mengandung 'Partikel Plastik'
 
Negara Mutlak Berkuasa Atas Air
 
KAT Sosialisasi Air Ajaib 'Kangen Water' pada Ibu PKK Sukapura
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]