Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Suriah
71 Tewas di Dekat Tempat Suci Sayyida Zeinab, Suriah
Monday 01 Feb 2016 21:34:58

Serangan yang dilakukan ISIS ini ditujukan untuk merusak jalannya perundingan PBB.(Foto: Istimewa)
SURIAH, Berita HUKUM - Korban tewas akibat sejumlah ledakan di dekat tempat suci Syiah, Sayyida Zeinab, arah selatan ibu kota Damaskus, Suriah, meningkat menjadi 71 orang.

Sebuah terminal bus dan gedung markas militer terkena ledakan yang juga merusak sejumlah kendaraan di dekatnya.
Hal ini terjadi sementara pemerintah dan kelompok oposisi bertemu di Jenewa, Swiss, untuk memulai perundingan yang bertujuan mencapai jalan keluar politik bagi konflik yang terjadi.

Serangan yang dinyatakan dilakukan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS itu bertujuan untuk merusak jalannya perundingan, kata Uni Eropa.

Baik pemerintah Suriah maupun pihak oposisi berada di Jenewa tetapi perundingan masih belum dimulai.

Kelompok oposisi utama mengatakan pemerintah pertama-tama harus memenuhi tuntutan kemanusiaan utama. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, mendorong kedua belah pihak untuk menggunakan kesempatan yang ada untuk mengakhiri pertumpahan darah.

Kerry mengatakan "tidak ada jalan keluar militer" bagi keadaan yang terus memburuk. Dia memperingatkan masalah ini akan mempengaruhi kawasan jika perundingan yang disponsori PBB itu mengalami kegagalan seperti yang terjadi sebelumnya.

Sementara, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa mengatakan serangan bom di dekat ibukota Suriah, Damaskus, ditujukan untuk menganggu konferensi perdamaian di Jenewa, Swiss.

Bagaimanapun Federica Mogherini -yang ikut dalam perundingan di Jenewa- merasa terdorong dengan kehadiran perwakilan para kelompok oposisi Suriah ke perundingan yang disponsori PBB tersebut.
Adapun pimpinan delegasi pemerintah Suriah untuk perundingan mengatakan serangan di Sayyia Zeinab membuktikan adanya kaitan antara oposisi dengan terorisme.

Kelompok militan Negara Islam atau ISIS sudah menyatakan berada di belakangan dua serangan bom bunuh diri tersebut.

Utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, hari Senin 31 Januari rencananya akan menggelar perundingan perwakilan pemerintah dan disusul dengan perwakilan dari kelompok oposisi utama.

Dia mengatakan perundingan awal pada hari Minggu berjalan dengan baik.

"Hal-hal yang mendorong dan positif terkait dengan masalah kemanusiaan. Akan ada pertemuan lainnya besok," jelasnya.
Di Washington, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, mendesak kedua belah pihak yang bertikai di Suriah menggunakan kesempatan Jenewa untuk menghentikan pertumpahan darah.

Sejak konflik marak di Suriah tahun 2011 lalu, diperkirakan 250.000 orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi di dalam neger maupun ke luar negeri sementara kelompok militan Negara Islam atau ISI berhasil menguasai beberapa wilayah di negara itu.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Suriah
 
Presiden Assad dapat Suaka di Rusia, Pemberontak HTS Kuasai Damaskus
 
Konflik Suriah: Turki dan Rusia Sepakat Umumkan Gencatan Senjata 'Bersejarah'
 
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Bersumpah Melanjutkan Operasi Militer di Suriah Utara
 
Serangan Turki di Suriah, Jumlah Korban Meninggal dan Pengungsi Melonjak
 
Erdogan: Pasukan Turki Lancarkan Serangan di Suriah untuk Dirikan 'Zona Aman'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]