Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Makar
5 Orang Tersangka Dugaan Permufakatan Makar Dikenakan Pasal 107 dan Pasal 110 KUHP
2017-04-04 06:22:32

Ilustrasi. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin (5/12).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tersangka kasus dugaan permufakatan makar oleh Muhammad Gatot Saptono alias Muhammad Al Khaththath sebagai Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), Zainudin Arsyad, Irwansyah, Dikho Nugraha dan Andre, telah melakukan dua kali pertemuan membahas dugaan upaya permufakatan makar. Pertemuan pertama dilakukan di Kalibata, Jakarta Selatan dan pertemuan kedua di Menteng, Jakarta Pusat.

Lima tersangka kasus dugaan makar telah melakukan pertemuan dan menyiapkan sejumlah rencana untuk menggulingkan pemerintahan Indonesia yang sah, termasuk menduduki Gedung DPR-MPR RI.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, Polisi telah menangkap lima orang tersangka dan ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

"Sudah kami tahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Jadi pada dasarnya yang bersangkutan kami kenakan Pasal 107 dan Pasal 110 KUHP. Jadi itu adalah permufakatan makar," ujar Kombes Argo di Jakarta, Senin (3/4).

Dikatakan Argo, tujuan utama pertemuan itu untuk menggulingkan pemerintah yang sah.

"Jadi ada permufakatan di dua lokasi. Ada beberapa hal dihasilkan rapat. Selain menggulingkan pemerintah sah, juga ada pembahasan pemberian dana di situ. Ada dana yang direncanakan, ada beberapa dana ditelusuri dan kemarin juga digunakan kegiatan unjuk rasa, ada yang digunakan untuk sewa bus, logistik semua ada di situ. Di tempat pertemuan itu juga akan duduki DPR-MPR," katanya.

Menurutnya, para tersangka sudah merinci langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menduduki Gedung DPR-MPR RI.

"Di situ sampai terinci, masuk ke gedung DPR-MPR ada beberapa jalan yang dilewati. Ada juga caranya untuk menabrakan kendaraan truk di pagar belakang DPR, ada juga tujuh pintu dari hasil rapat itu, gorong-gorong, jalan setapak. Jadi dengan asumsi bahwa kalau semua massa sudah masuk ke gedung DPR, akan kesulitan didorong keluar. Ini ada permufakatan dan niat," jelasnya.

Selain membahas kegiatan apa yang akan dilakukan, mereka juga membicarakan dana yang dibutuhkan sekitar Rp 3 miliar, penyidik sedang mendalami seputar dana Rp 3 miliar tersebut.

"Memang di sana disampaikan bahwa untuk jatuhkan pemerintah sah dibutuhkan dana Rp 3 miliar. Sedang kami dalami kembali," paparnya.

Menyoal apakah sudah diketahui siapa donator upaya makar yang rencananya akan dilaksanakan setelah pencoblosan Pilkada DKI Jakarta, tanggal 19 April mendatang, Argo menyampaikan, polisi masih menyelidikinya.

"Belum dapat (siapa donaturnya). Sedang kami dalami. Memang ada dana yang direncanakan untuk kegiatan, untuk sewa bus, logistik, semua ada (dibahas) di situ," ungkapnya.

Terkait masalah kelima tersangka kasus dugaan makar tidak mau menandatangani surat penahanan.

"Kalau tidak menandatangani berita acara penahanan tidak masalah, kita buatkan berita acara tidak mau menandatangani. Itu tidak masalah," imbuhnya.

Argo menambahkan, minimal penyidik telah mengantongi dua alat bukti sehingga melakukan penangkapan dan penahanan terhadap para tersangka. Penahanan dilakukan agar tersangka tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya.(bh/as)


 
Berita Terkait Makar
 
• Perseteruan Legal Standing Penasehat Hukum Kivlan Zein, Hakim akan Dilaporkan ke KY dan MA
 
• Sidang Kivlan Zein Ditunda, Habil Marati Eksepsi
 
• Kasus Kivlan Zein, Pengacara: Hakim Putuskan Kliennya Tidak Bersalah
 
• Ahli: Frasa Makar Tak Dikenal di Negara Selain Indonesia
 
• 5 Orang Tersangka Dugaan Permufakatan Makar Dikenakan Pasal 107 dan Pasal 110 KUHP
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]