Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
PDAM
450 Honorer Penagih Rekening Sah Ditanggung Tirtanadi
Thursday 09 May 2013 14:15:26

Ilustrasi, Jajaran Direksi, Fungsionaris dan Pegawai / Honor PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara mengikuti upacara.(Foto: Ist)
MEDAN, Berita HUKUM - Direksi PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara menghimbau kepada seluruh pegawai honorer tim penagih rekening air agar tidak resah dan tetap bekerja maksimal serta tidak terpancing isu pemutusan hubungan kerja (PHK), karena sekitar 450 orang pegawai hononer penagih rekening air sudah menjadi tanggungan perusahaan.

Pelaksana Kadiv PR yang juga Kabid Publikasi dan Komunikasi Jumirin SE, MSi kepada wartawan di kantor Jl SM Raja Medan, Rabu (8/5) menanggapi pemberitaan yang menyebutkan adanya keresahan pegawai honor penagih rekening air.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dirut PDAM Tirtanadi Ir Azzam Rizal M.Eng telah mengeluarkan SK No 18/KPTS/2013 tanggal 11 Februari 2013 tentang pengangkatan pegawai honor dan SK pembentukan tim penagih rekening air No 17/KPTS/2013 tanggal 11 Februari 2013.

Ini berarti tambah Jumirin, PDAM Tirtanadi sudah resmi mengangkat 450 tim penagih rekening air menjadi tenaga honor dengan ketentuan mendapatkan honornya sesuai dengan aturan yang berlaku yang selama ini sudah diperoleh pegawai honor tersebut.

Menurut dia, pengangkatan pegawai honor itu didasari atas efisiensi dan efektifitas pelayanan kepada pelanggan, penyehatan perusahaan dan upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) perusahaan kepada Pemprovsu.

Walaupun diketahui bahwa peranan Koperasi Karyawan (Kopkar) PDAM Tirtanadi berhakikat untuk menampung tenaga kerja padat karya yang tidak membebankan perusahaan dan meningkatkan keuntungan perusahaan.

“Kerjasama dengan koperasi tampaknya perlu dikaji kembali terutama menyangkut mekanisme regulasi kewenangan direksi terhadap kebijakan yang akan dilakukan kedepannya, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penafsiran ketentuan perundang-undangan dan hukum yang berlaku,” jelasnya.

Disinggung tentang rasio jumlah pegawai dan pelayanan kepada pelanggan, Jumirin mengaku rasio jumlah pegawai dengan jumlah pelanggan tidak sesuai, terjadi kelebihan rasio pegawai terhadap pelanggan yang mengakibatkan meningkatnya biaya pegawai semakin tinggi.

Sedangkan jika diukur dari kinerja berdasarkan Kepmendagri No 47 Tahun 1999 menyatakan, kehadiran koperasi berimplikasi pada perbandingan rasio jumlah pegawai dan pelanggan yang berimbang. Artinya, tim penagih rekening air yang dikelola koperasi sehat dan memberikan laba bagi perusahaan terutama untuk PAD. Jumirin mengatakan, pada prinsipnya tim penagih rekening tidak terlalu resah dan tetap bekerja karena mendapatkan jaminan dari PDAM Tirtanadi, sehingga tidak perlu lagi ada kekhawatiran dan keresahan, mengingat perusahaan bertanggung jawab atas nasib tim penagih rekening air tersebut.(bhc/and)


 
Berita Terkait PDAM
 
Tim Tabur Kejati Sumut Berhasil Tangkap Buronan Pejabat di PDAM Tirtanadi Medan
 
Terkait Pasokan Air, Tokoh Masyarakat Labuan Bajo Sesalkan Sikap PDAM
 
Diduga Korupsi, Dirut PDAM Makassar Haris Yasin Limpo Dilaporkan ke Kejaksaan
 
PDAM: Sungai Mahakam Terkoneksi Air Asin, Distribusi Air ke Pelanggan Terganggu
 
PATTIRO: Cegah Kebocoran di PDAM, Sudah Waktunya Perlindungan Whistleblower
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]