Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Pemanasan Global
36 Walikota Dunia Berkomitmen Sikapi Perubahan Iklim
Sunday 12 Apr 2015 10:38:19

Sebanyak 36 Walikota dari berbagai negara berkomitmen akan mengambil langkah baru dalam menyikapi perubahan iklim pada Jumat, di forum ICLEI World Congress 2015,(Foto:
SEOUL, Berita HUKUM - Sebanyak 36 Walikota dari berbagai negara berkomitmen akan mengambil langkah baru dalam menyikapi perubahan iklim pada Jumat (9/4), di forum ICLEI World Congress 2015, puncak pertemuan tiga tahunan kepala daerah di seluruh dunia di Seoul, Korea Selatan.

Mereka mengumumkan tekad mereka untuk berkomitmen terhadap Kongres Walikota, koalisi global walikota dan kepala daerah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca secara sukarela, memantau perkembangannya dan mengantisipasi dampak dari perubahan iklim.

Walikota Seoul, Korea Selatan Park Won Soon, mengungkapkan Rencana Aksi Seoul yang akan memotivasi lebih banyak kota untuk mengambil bagian dalam Perjanjian Walikota.

Di bawah payung Kongres Walikota, ICLEI meluncurkan Program Tindakan Transformatif (TAP) baru untuk memanfaatkan potensi aksi iklim lokal dan daerah. Salah satu elemen dari TAP adalah untuk memilih 100 proyek transformatif menjanjikan menjelang 2015 Paris Konferensi Iklim dengan tujuan meningkatkan aliran modal ke kota-kota.

"Perubahan iklim akan ditangani di tingkat kota dan daerah. Kegiatan tingkat kota di antaranya 70 persen emisi gas rumah kaca global, dan sebagian besar tindakan iklim yang berkontribusi terhadap tujuan iklim global terjadi di kota-kota," kata Park Won Soon, dilansir iclei.org, Sabtu malam (11/4).

"Terutama di negara-negara berkembang, kota mengalami tingkat urbanisasi yang belum pernah terjadi sebelumnya selama dekade ini, membuat tindakan iklim lokal yang efektif, yang dibutuhkan karena semakin mendesak," tambahnya.

Diluncurkan pada KTT Iklim PBB 2014, Kongres Walikota menetapkan landasan untuk menangkap dampak dari tindakan kolektif kota secara konsisten, pelaporan publik dari langkah-langkah mereka.

"Salah satu cara daerah yang paling efektif memerangi perubahan iklim melalui Kongres Walikota," kata Michael R Bloomberg, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kota dan Perubahan Iklim. "Perjanjian itu mencerminkan komitmen bahwa daerah berkontribusi mengurangi emisi karbon dan menunjukkan peran penting mereka dalam menciptakan masa depan yang lebih sehat.

Sebagai negara datang bersama-sama untuk menegosiasikan perjanjian iklim global akhir tahun ini, forum tersebut menawarkan bukti bahwa kerja sama internasional mengenai perubahan iklim dapat menghasilkan hasil yang besar," tambahnya.

Berikut daerah-daerah yang terlibat dalam Kongres Walikota: Seoul (Korea Selatan), Catbalongan (Filipina), Quezon City (Filipina), Santa Rosa (Filipina), Sebarang Parai (Indonesia), Balikpapan (Indonesia), Bogor (Indonesia), Gwallor (India), Shimla (India), dan Tarakan (Malaysia).

Juga Melbourne (Australia), Rajkot (India), Singra (Bangladesh), Montreal (Kanada), Vancouver (Kanada), Des Moines (Amerika Serikat), Boulder (Amerika Serikat), Vaxj (Swedia, Paris (Prancis), Freiburg (Jerman), Seriferisar (Turki), Bristol (Inggris Raya) Johannesburg (Afrika Selatan), dan Durban (Afrika Selatan).

Pula Cape Town (Afrika Selatan), Dakar (Senegal), Port Elizabeth (Afrika Selatan), Stanger Municipality (Afrika Selatan), Pretoria (Afrika Selatan) Chihuahua (Meksiko), Medellin, (Kolombia), Recife (Brazil), Itu, San Rafael de Heredia (Kosta Rika), Temixco (Meksiko), dan Toluca,(Meksiko).(Antara/bh/sya)


 
Berita Terkait Pemanasan Global
 
Greta Thunberg Jadi 'Person of The Year' Versi Majalah Time
 
Rahmawati Husein, Wakili Asia Tenggara dalam Sidang Dewan Pengarah PBB
 
DKI Jakarta Jadi Tuan Rumah Kick Off C40 Climate Action Planning Program
 
5 Hal yang Bisa Anda Lakukan Membantu Mengurangi Pemanasan Global
 
Donald Trump Tuduh Para Ilmuwan 'Memiliki Agenda Politik' Namun Akui Perubahan Iklim Bukan Hoax
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]