Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Lingkungan Hidup
3 Aktivis Lingkungan akan Kembalikan Penghargaan Kalpataru
Monday 02 Sep 2013 02:56:28

Peraih penghargaan Kalpataru saat jumpa pers di Kantor WALHI, Minggu (1/9), berencana mengembalikan Penghargaan.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) pada jumpa pers bersama para aktivis lingkungan menyampaikan bahwa ada 3 Aktivis Lingkungan asal Sumatra akan mengembalikan penghargaan Kalpataru kepada pemerintah.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, selaku peraih penghargaan Kalpataru dan Wana Lestari, 3 orang peraih penghargaan tersebut akan mengembalikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.

"Kami bertiga akan mengembalikan penghargaan Kalpataru, tidak ada gunanya, ini pohon di hutan kami ditebang terus," kata Wilmar Simanjorang peraih Kalpataru dan Wanalestari, ketika jumpa pers di Kantor WALHI, Minggu (1/9).

Ketiga orang Aktivis dan pencinta lingkungan yang akan mengembalikan penghargaan tersebut, yaitu Marandus Sirait, Wilmar Simanjorang dan Hasoloan Manik.

"Penghargaan-penghargaan yang kami dapatkan dulu itu tidak sebanding dengan kerusakan yang terjadi akibat kebijakan keliru oleh pemerintah, atas dasar tersebutlah penghargaan yang telah kami dapatkan akan kami kembalikan," ujar Hasoloan Manik yang berasal dari kabupaten Dairi ini.

Sesuai penelusuran informasi yang dihimpun BeritaHUKUM.com, ketiganya tidak diragukan lagi, akan mengembalikan penghargaan Kalpataru dan Wanalestari pada Presiden dan Menteri Kehutanan pada hari Selasa tanggal 3 September 2013.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Lingkungan Hidup
 
KLHK Perlu Segera Optimalkan Penegakan Kasus Hukum Pidana Lingkungan Hidup
 
Wakil Ketua MPR: Berikan Perhatian Serius pada Lingkungan Hidup
 
Earthling Indonesia, Cara Kaum Muda Berbuat Baik untuk Bumi
 
Busyro Muqoddas: Lingkungan Hidup Kita Telah Diperkosa
 
Momentum Hari Lingkungan Hidup, Legislator Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Alam
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]