Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh
2014, Jalan Nasional di Aceh Ditargetkan 98% Mantap
Wednesday 09 Jan 2013 18:46:22

Suasana jalan Raya di Aceh (Foto: Ist)
ACEH, Berita HUKUM - Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan pada 2014, 98% jalan nasional di Provinsi Aceh dalam kondisi mantap. “Tahun 2012 dari 1,803 km jalan nasional di Aceh, 91,35% kondisinya mantap.

Tahun ini ditargetkan naik menjadi 94,53%.” jelas Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) di Provinsi Aceh Suryadi yang ditemui di Banda Aceh, Selasa (8/1). Kondisi jalan mantap, tambah Suryadi, artinya jalan dalam kondisi baik dan sedang dimana tingkat kerataan jalan memiliki nilai IRI dibawah dari 4.

Jalan Nasional di Aceh yang dibawah wilayah kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I, terdiri dari jalan lintas timur Sumatera yang lalu lintas paling ramai sepanjang 545,4 km, lintas tengah sepanjang 564,3 km, lintas barat 640,5 km dan jalan non lintas 53 km.

Dengan kondisi kemantapan 91,35% dan lebar jalan sebagian besar diatas 6 meter saat ini, jalan nasional di Aceh sangat nyaman di lewati para pengendara. “Selain itu jalan di Aceh juga dilakukan perkerasan pada bahu jalannya, sehingga biaya pemeliharaannya bisa lebih rendah. ” terang Suryadi.

Untuk mencapai target diatas, tahun ini dianggarkan dana APBN sebesar Rp 1,083 triliun untuk penanganan jalan dan jembatan di Aceh, dimana porsi terbesar digunakan untuk rekonstruksi atau peningkatan struktur jalan serta pelebaran jalan disamping tentunya anggaran untuk pemeliharan rutin dan berkala.

Meski secara umum kondisinya sudah bagus, namun di lintas tengah Aceh masih ada 2 titik yang masih terputus yakni pada ruas jalan Jantho – Keumala sepanjang 34 km dan jalan Geumpang – Pameu sepanjang 30 km. “Trase awal jalan Jantho – Keumala memang melewati cagar alam, namun telah kita pindah ke trase jalan baru yang melewati hutan produksi.

Sementara untuk Geumpang – Pameu itu melewati hutan lindung dan sedang kita cari trase jalan baru. Tahun ini akan dilakukan pembuatan Amdal (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan) kedua ruas tersebut, sehingga diharapkan mendapatkan masukan dari berbagai pihak baik pemda, Kementerian Kehutanan, LSM dan pihak lainnya. Kita harapkan 2014 bisa dimulai pembangunan fisiknya.” Jelasnya.


Masih terputusnya dua ruas jalan tersebut, membuat masyarakat yang akan menuju Keumala dan Takengon harus memutar, melewati jalan lintas timur kemudian masuk ke lintas tengah melalui jalan penghubung.(gt/pu/bhc/rby)


 
Berita Terkait Aceh
 
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
 
• Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
• Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
• Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
• Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]