Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Polri
2 Pos Polisi di Rusak OTK, 4 Orang Pedagang Kecil Jadi Korban
Monday 10 Feb 2014 00:03:01

4 Pedagang Terluka Akibat Perusakan di Pospol Trunojoyo dan Senayan.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Aksi pengerusakan PosPol Satuan lalu lintas (Poslantas) di Jl. Trunojoyo dan bundaran Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) berjarak sekitar 100 meter dari Mabes Polri telah dirusak sekelompok Orang Tak di Kenal (OTK), dengan mengendarai sekitar puluhan sepeda motor, yang diduga pria berambut cepak pada, malam, Minggu (9/2).

Tak hanya melakukan pengerusakan di Pos Satlantas, akibat dari aksi tersebut ada 4 orang pedagang kecil rakyat tidak berdosa, yang tidak tahu apa-apa harus menjadi korban dari aksi kebringasan sekelompok orang tersebut, akibat luka-luka robek terkena pecahan kaca dan lemparan batu.

Menurut penjelasan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, di saat kejadian terjadi di Pos Pol tidak ada petugas yang berada disitu.

"Ada empat orang korban, pedagang kecil asongan yang terluka akibat pecahan kaca dan batu," ujar Rikwanto kepada wartawan, Minggu (9/2).

Adapun keempat orang korban yang sehari-hari sejak pagi berjualan kertas tisu dilokasi kejadian yakni, Sumiati (18) menderita luka sobek di pipi kiri, kena serpihan kaca, lalu Sari (23) penjual tisu terluka jari jempol sebelah kanan, Topan Saputra (17) terluka di pelipis kanan, dan Juleha (25) terluka terkena batu di bagian punggung.

"Pada saat kejadian, mereka sedang tidur di dalam pos, tiba-tiba dikejutkan dengan suara pecahan kaca," ujar Rikyanto kembali.

Para pelaku di perkirakan menggunakan sepeda motor sebanyak 20 unit mereka bergerombol.

"Korban tidak mengenal dari mana arah datangnya pelaku, setelah kejadian pelaku langsung meninggalkan lokasi," ujarnya.

Berikut pemicu awal terjadinya perusakan kedua pos polisi, seperti yang dikutip dari detik.com.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, sekitar pukul 22.30 WIB kemarin, anggota lantas sedang menghentikan arus lalu-lintas karena rombongan wakil Presiden akan lewat. Namun, ada pemotor yang berboncengan nekat lewat dan langsung dihentikan oleh petugas.

"Pengendara yang berboncengan itu berambut cepak. Dan saat dijelaskan untuk jangan lewat dulu, pembonceng menjawab 'kamu tidak kenal saya?'. Kemudian pembonceng memukul anggota hingga jatuh," ujar Rikwanto kepada wartawan, Minggu (9/2).

Melihat kejadian itu, salah satu rekan anggota yang tidak berada jauh dari lokasi pemukulan langsung mendatangi untuk melerai. Namun, anggota yang datang untuk melerai itu dipukul juga di wajah, sehingga perkelahian tidak terelakkan.

"Danton Lantas Ipda Kardi langsung datang melerai dan membubarkan," jelas Rikwanto.

Setelah dibubarkan, pemotor yang berboncengan langsung pergi dan mengancam anggota polisi yang berada di lokasi. "Saat itu pembonceng mengatakan "Awas kamu! saya tidak terima! tunggu saya! saya akan datang dengan pasukan," imbuh Rikwanto menirukan pemotor tersebut.(dtk/bhc/put)


 
Berita Terkait Polri
 
Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden
 
Jimly: Presiden Prabowo Punya Wewenang Batalkan Perpol Nomor 10/2025
 
Komjen Agus Andrianto Resmi Jabat Wakapolri Gantikan Komjen Gatot Eddy
 
HUT Bhayangkara ke-77, Pengamat Intelijen Sebut Tiga Hal Ini Yang Nyata Dihadapi Polri
 
Polri dan Bea Cukai Teken PKS Pengawasan Lalu Lintas Barang Masuk RI, Cegah Kejahatan Transnasional
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]