JAKARTA, Berita HUKUM - Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) hari ini memanggil 8 orang saksi terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan mobil toilet VVIP dengan kerugian negara mencapai miliaran rupiah.
"Dalam kasus dugaan tindak pidan korupsi mobil toilet VVIP, dari pukul 09:00 WIB, diperiksa 8 saksi, dimana 7 orang saksi dari Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta. Pada pokoknya terkait dengan proses pelelangan dan pemilihan pemenang lelang mengingat saksi-saksi adalah anggota panitia lelang, (Lenny M, Marulam Manalu, Wagiman, Ir.Ali Yudha K)," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum, (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi kepada Wartawan di Jakarta, Kamis (25/7).
Dijelaskan Untung, terkait dengan proses perencanaan kegiatan pengadaan mobil VVIP, diperiksa Ir. Wahyu Pudji, terkait proses pembayaran dalam kegiatan pengadaan mobil VVIP, diperiksa Hj. Endang, terkait pemeriksaan hasil pengadaan apakah sesui atau tidak, diperiksa Nilam Sari dan 1 Direktur PT. Karabha Perkasa Jakarta, Andreas Wibowo mengenai keberadaan perusahaannya yang bertanggung jawab dalam pembuatan sasis mobil toilet VVIP.
Sebelumnya dalam kasus yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini, Rabu (24/7) kemarin, juga sejak pukul 09:00 WIB diperiksa 5 saksi yang pada pokoknya terkait kedudukan selaku Ketua Panitia Pemeriksa Serah Terima Barang dan PPTK yang telah menyetujui pencairan pembayaran kegiatan pengadaan, diperiksa Ir. Suryadi - Kasi Pemeliharaan di Bina Sarana Dinas Kebersihan.
"Terkait dengan proses dan mekanisme pemeriksaan barang-barang hasil kegiatan pengadaan, diperiksa Sherly Yunita - Panitia Pemeriksa, Serah Terima Barang, dan terkait dengan pembantuan terhadap panitia pengadaan dalam menyiapkan administrasi pelelangan, diperiksa Rasmadi, Ono Suarno dan Deddy Setiono, Tim Pendamping Panitia Pengadaan," terang Untung.(bhc/mdb) |