Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
Cyber Crime
11 WNA Pelaku Cyber Crime Ditangkap di Medan
Friday 21 Dec 2012 16:14:07

11 WNA Pelaku Cyber Crime yang Ditangkap di Medan.(Foto: Ist)
MEDAN, Berita HUKUM - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) kembali menangkap 11 Warga Negara Asing (WNA) yang terlibat kasus cyber crime, Kamis (20/12). Dengan demikian total ada 47 orang yang sudah ditangkap.

Para tersangka yang berasal dari Cina, Taiwan dan Korea ini diamankan di kawasan Komplek Malibu Indah, Medan. Mereka sebelumnya berhasil kabur saat Polisi menggerebek lokasi itu pada Rabu (19/12). Diduga karena tidak tahu mau kemana, mereka kembali lagi ke lokasi dan ditangkap.

"Nantinya seluruh tersangka akan dikirim ke Bareskrim Polri," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho kepada wartawan di Mapolda Sumut, Jl. Medan-Tanjung Morawa, Medan.

Penangkapan ini, kata Sadono, merupakan operasi Bareskrim yang juga dilakukan di beberapa kota lain seperti Jakarta dan Surabaya. Kasus ini bermula dari laporan para korban penipuan transaksi online di internet yang kebanyakan dari Cina. Polisi Cina kemudian bekerjasama dengan Polri dalam upaya menangkap para pelaku, hingga dideteksi keberadaan pelaku di Medan.

Saat penangkapan, kata Sadono, ada sejumlah barang bukti yang diamankan seperti komputer dan berkas-berkas. Sejumlah tersangka sempat mencoba memusnahkan sejumlah dokumen, namun hanya sebagian saja yang sempat dimusnahkan.

"Ada yang mencoba membakarnya, dan ada juga yang coba direndam dibak. Mereka ingin memusnahkan dokumen-dokumen itu," kata Sadono, seperti yang dikutip dari detik.com, pada Kamis (20/12).

Pada Rabu (19/12) kemarin, Polda Sumut berhasil membekuk 36 Warga Negara Asing (WNA) yang diduga menjadi anggota jaringan internasional penipuan lewat internet (online). Mereka berasal dari Cina, Korea dan Thailand, dan terdiri dari 20 pria dan 16 wanita. Modus yang mereka gunakan adalah menjual produk melalui internet. Setelah konsumen mentransfer, barang tidak dikirim ke konsumen.(dtk/bhc/opn)


 
Berita Terkait Cyber Crime
 
Website Diretas, Puan Maharani Minta BSSN Berbenah Diri
 
Jerman Mulai Selidiki Dugaan Serangan Siber oleh Rusia
 
2 Pelaku Tindak Pidana Peretasan Situs Sekretariat Kabinet Ditangkap Bareskrim Polri
 
Biro Paminal Divpropam Susun SOP Patroli Siber, Pengamat Intelijen: Upaya Menuju Polri Presisi
 
Deteksi Dini Kejahatan Siber, Baintelkam Polri - XL Axiata Tingkatkan Sinergitas
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]