Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres 2014
Pilpres 2014 Diprediksi Didominasi 7 Kandidat Capres
Thursday 02 Aug 2012 19:53:40

Kandidat Capres (Foto:ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pilpres 2014 diprediksi masih didominasi kandidat capres itu-itu saja. Siapa saja mereka dan seperti apa peluangnya?

"Saya melihat di Pemilu 2014, memang nama-nama yang beredar masih akan didominasi nama-nama yang ada sekarang. Misalnya Megawati Soekarnoputri, Aburizal Bakrie (Ical), Ani Yudhoyono, Prabowo Subianto, Hatta Rajasa. Ada juga kemungkinan masuknya tokoh-tokoh yang cukup punya elektabilitas seperti Jusuf Kalla (JK), Mahfud MD, Dahlan Iskan. Tetapi kelompok yang saya maksud terakhir itu kan harus melewati tahapan adanya kekuatan 'real' politik yang akan menjadi gerbong pemenangannya,"kata pengamat politik Gun Gun Heryanto.

Menurutnya, Jusuf Kalla diusung parpol-parpol tengah yang hingga sekarang belum juga punya figur capres yang solid. Popularitas JK memang masih cukup tinggi di sejumlah survei terakhir.

"Dahlan Iskan dan Mahfud MD juga berpotensi diusung parpol tengah atau bahkan masih sangat mungkin diberi endorcement oleh partai besar misalnya di posisi cawapres untuk menjadi 'vote getter' capres yang diusung parpol-parpol besar itu,"katanya.

Kalau membaca parpol yang ada saat ini, menurut Gun Gun, memang belum terlalu memberi harapan adanya figur yang benar-benar mendapat dukungan meluas di khalayak pemilih. Misalnya nama Megawati yang belakangan kerap naik daun di survei-survei, sangat mungkin di hari H-nya tidak terlalu diminati.

"Karena menurut saya Mega itu sudah di fase titik jenuh di pemilih. Ada baiknya justru Mega memainkan peran sebagai king maker daripada masih sebagai aktor petarung,"ungkapnya. Seperti yang dikutip pada laman detik.com.

"Ical terbebani sejumlah kasus korporasinya, membuat posisinya juga tidak akan banyak diminati. Prabowo memang punya potensi untuk terus naik elektabilitasnya, hanya saja masih ada keraguan efektivitas mesin partai yang mengusungnya. Kecuali dia bisa mensinergikan beberapa kekuatan nyata untuk bersama-sama mengusungnya, minimal dia masih bisa meneruskan koalisi dengan PDIP, tentu selama Mega tidak jadi Capres PDIP," lanjutnya.

Sementara itu pencapresan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa dipandang cukup berat karena prototipe dirinya yang teknokrat-birokratis. "Power dia masih terbatas di ruang lingkup 'leading sector' dia saat ini dan secara politis baru bisa memersuasi internal PAN dan sebagian warga Muhammadiyah. Saya belum melihat kapasitas dirinya memberi impresi lebih," tandasnya.(dtk/bhc/opn)


 
Berita Terkait Pilpres 2014
 
Jelang Pilpres, Bang Yos 'Nyekar' ke Asta Tinggi
 
Bupati Gorontalo Minta Dahlan Gandeng Bupati Kutai Timur Kepilpres
 
Pilpres 2014, Jika Tanpa Jokowi Bukan Pemilu
 
Politisi Narsis, Jalankanlah Politik Etis
 
Jelang Pilpres 2014, Idham: Partai Tidak Mau Kalah Start
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]