Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Demo Didepan Istana Negara
Krisis Listrik Masyarakat Kalsel Demo Istana
Friday 12 Oct 2012 23:34:37

Aksi Demo Masyarakat Kal Sel di depan Istana Negara (Foto: BeritaHUKUM.com/put))
JAKARTA, Berita HUKUM - Sekitar seribu masyarakat Mahasiswa Komite Mahasiswa Unilam dan LSM dari Kalimantan Selatan yang berada di Jakarata, datang berdemo di depan Istana Negara, Jumat (12/10). Para pendemo ini melakukan aksi treatikal, menggambarkan keadaan masyarakat saat ini, dimana listrik sering padam dan kami terus diminta kesabaran dalam gelap gulita.

Namun, daerah kami tersebut merupakan sebagai daerah sumber penghasil energi, sedangkan energi yang dihasilkan ternyata bukan untuk menunjang kesuksesan daerah kami sebagai penghasil, maka kecemburuan dapat memicu pergolakan dan kecemburuan itu yang kami rasakan saat ini di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Para pendemo ini mengingatkan Pemerintah agar bertindak tegas, dalam menyikapi permintaan mereka ini. Maka, dalam orasinya mereka mengatakan, "pemerintah dimintai tanggapannya yang serius terkait masalah ini. Masyarakat Kalsel sebagai daerah penghasil Batubara terbesar untuk kebutuhan listrik di Jawa, saat ini masih sering mengalami pemadaman listrik, hal tersebut berlangsung setiap dua dan tiga hari dalam setiap bulannya, ini merupakan hal biasa terjadi di Kalsel.

Namun perlu kami ingatkan, kesabaran kami itu ada batasnya, sehingga masyarakat Kalsel mengingatkan Pemerintah dan PLN, agar jangan tutup mata dengan hal ini. Kami datang ikut berdemo ke Istana ini, untuk meminta kepada Presiden SBY agar dapat menyelesaikan permasalah listrik di Kalsel ini. PLN harus ada yang bertangung jawab dan memandang keluhan kami, agar kami dapat bernaung dalam institusi resmi pemerintah, maka kami harus memperjuangkan daerah kami secara resmi pula," teriak para pendemo.

Para pendemo meminta agar PLN benar-benar memperhatikan masalah PLTU 34 di Kalsel yang menelan anggaran triliunan rupiah itu, agar supaya dapat segera beroperasi. Dalam pelaksanaan pembangunanya, tercium aroma bauk busuk korupsi, karena dikatanya mereka, salah satu mesin terpasang generator Listrik tidak dapat dioperasikan. Dan kasus ini sekarang telah kami dilaporkan ke BPK untuk diaudit, mengingat alokasi anggaran yang sangat besar, sehingga timbul kecurigaan terjadinya korupsi," ujar para pendemo lagi.

Sepanduk yang bertuliskan, 'segera bebaskan krisis listrik di kalimantan', serta aksi corat, coret badan dan muka sambil berguling di tanah, mereka meminta dan berharap, perwakilan dari pemerintah dapat keluar dan menemui mereka, serta segara mengambil kebijakan energi untuk menyelamatkan krisis energi di Kalimantan Selatan.

Namun hingga aksi mereka berakhir sekitar pukul 15:00 WIB, tidak satupun perwakilan dari pendemo yang diterima di Istana Negara, dengan mengendarai 5 buah mobil Bus, mereka bergerak meninggalkan Istana, dan mengancam akan kembali lagi bila belum ada tangapan dari pihak istana, dan Pemerintah.(bhc/put)


 
Berita Terkait Demo Didepan Istana Negara
 
Kecam Pengibaran Bendera HTI, Gerakan Jaga Indonesia Kibarkan Ribuan Merah Putih
 
Tuntut Ekonomi dan Demokrasi, Aliansi Mahasiswa UMJ Aksi Unjuk Rasa di Depan Istana Negara
 
Buruh dan Mahasiswa Bersatu; KSPI Desak Mahasiswa yang Ditangkap Segera Dibebaskan
 
Demo Mahasiswa di Depan Istana Berakhir Ricuh, 9 Orang Diamankan
 
Usai Demo Menagih Janji Manis Jokowi - JK, BEM SI Shalat Magrib Berjamaah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]