Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Islam
Islam Hadir sebagai Pembawa Peradaban yang Utama
2018-11-30 15:49:17

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam acara Pengajian Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertempat di Serambi Masjid Kauman Yogyakarta.(Foto: Istimewa)
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menuturkan, hadirnya Muhammadiyah merupakan runtutan sejarah Islam yang tidak bisa dipisahkan, Islam hadir sebagai pembawa peradaban yang utama, turut mengilhami KH Ahmad Dahlan ketika mendirikan Muhammadiyah. Masa dimana umat Islam terperangkap di dalam ke-jumudan karena pemaknaan ke Islaman yang sempit, Ahmad Dahlan hadir membawa obor pencerahan yang bernama Muhammadiyah.

"Untuk menuju kepada pencerahan, umat Islam tidak mungkin tidak melakukan pengkajian keilmuan secara menyeluruh. Bukan hanya ilmu tetang ibadah syariah, melainkan juga urusan muamalah duniawiyah," tutur Haedar pada, Rabu (28/11) dalam acara Pengajian Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertempat di Serambi Masjid Kauman Yogyakarta.

"Dicontohkan oleh KH Dahlan ketika melakukan perubahan arah kiblat, ini merupakan pandangan Dahlan tentang pengabungan antara ilmu pengetahuan dengan urusan ibadah. Belum lagi dengan persoalan muamalah duniawiyah," ungkapnya.

Langkah tersebut merupakan pelopor awal kebangkitan Islam yang dilakukan Ahmad Dahlan dengan cara melakukan pengkajian keilmuan secara holistik. Karena agama Islam selalu kompatibel dengan perkembangan kemajuan zaman, sehingga untuk menuju arah itu dibutuhkan pengkayaan keilmuan yang memadahi.

Maka, dengan demikian kemajuan umat Islam bukan hanya ditunjukan dengan simbol. Tapi juga dibutuhkan kesadaran umat Islam untuk bisa menonjol disegala sendi kehidupan masyarakat, termasuk di dalamnya ekonomi, sosial, politik. Kemudian kesadaran tersebut diimplementasikan dalam perilaku kesehariannya.

"Juga bukan hanya semakin sering melakukan ibadah yang sifatnya habluminallah, tapi tanpa ada dampak berarti kepada ahlak kehidupan sehari-hari atau sosialnya," tutur Haedar

Sesuai perintah pertama yang turun dalam Al Qur'an, Iqra' (bacalah). Haedar berpesan kepada generasi muda untuk gemar mengamalkan perintah tersebut.

"Perintah membaca tidak dimaknai secara sempit. Tapi membaca bisa juga menganalisis, mentadaburi dan melihat segala sesuatu dengan menggunakan akal," ucap Haedar mejelaskan.

Menempatkan aktiftas membaca sebagai kebiasaan yang dilakukan oleh kaum muda bisa menjadi hal yang menggembirakan. Karena membaca merupakan kunci untuk membuka pintu ruangan luas yang bernama peradaban masa depan.

Diakhir ceramahnya, Haedar mengajak umat Islam untuk meningkatkan kualitas keIslaman. Baik aqidah, ibadah, ahlak, serta urusan muamalah duniawiyah. Sehingga fungsi agama menjadi maksimal dalam mengurusi kehidupan manusia di dunia dan akhirat.

"Jadikan Islam sebagai agama yang menyelamatkan dunia dan akhirat. Jika ingin selamat di akhirat, jangan jauhi urusan dunia," pungkas Haedar.(a'n/muhammadiyah/bh/sya)


 
Berita Terkait Islam
 
Islam Hadir sebagai Pembawa Peradaban yang Utama
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]