Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Gas Elpiji
'Timing' Tidak Tepat, Pemerintah Belum Naikkan Harga Elpiji 12 Kg
Wednesday 06 Mar 2013 16:10:56

Gas Elpiji 12 Kg.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemerintah hingga saat ini belum merekomendasi kenaikan harga elpiji 12 kilogram (kg) sebesar 30 persen pada pertengahan Maret 2013. Alasannya, saat ini waktunya belum tepat untuk menaikkan harga jual elpiji itu.

"Kita belum merekomendasikan sama sekali untuk dinaikkan, situasinya tidak memungkinkan untuk dinaikkan. Jadi, sampai sekarang pemerintah menilai timing-nya tidak tepat," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, usai rakor Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS) dan Metropolitan Priority Areas (MPA), di kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Rabu (6/3).

Menko Perekonomian mengingatkan, bahwa keputusan menaikkan LPG harus memiliki dasar survey serta dikalkulasi dengan tepat.

Sementara itu, terkait terjadinya kenaikan harga elpiji 12 kg dan 3 kg dipasaran, Menko Perekonomian menegaskan hal tersebut tidak boleh terjadi. "Tidak boleh ada pihak-pihak yang menaikkan harga secara sepihak, mengingat harga sudah ditetapkan oleh Pertamina" ujarnya.

Sebelum ini PT (Persero) Pertamina mengusulkan penyesuaian harga elpiji 12 kg pada pertengahan Maret tahun ini, guna menutup kerugian yang dialami BUMN tersebut mengingat harga jual elpiji saat ini masih harga subsidi.

Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengaku terus mengalami kerugian dari penjualan gas 3 kg karena harga jual kepada masyarakat disubsidi. Tahun 2013, Pertamina memprediksi mengalami kerugian Rp 5 triliun dari produksi dan penyaluran elpiji.

Seharusnya, pada pencapaian kinerja 2012 laba Pertamina bisa sebesar Rp 30 triliun. Hal tersebut juga telah menjadi target perseroan sebelumnya. Namun, karena merugi Rp 5 triliun, laba Pertamina sepanjang 2012 hanya sebesar Rp 25 triliun.

Untuk mengurangi kerugian itu, menurut Karen Agustiawan, Pertamina bermaksud menaikkan harga jual elpiji 12 kilogram sebesar Rp 2.166,67 per kilogram atau Rp 25.400 per tabung di tahun 2013, sehingga harga jual elpiji 12 kilogram naik dari Rp 70.200 per tabung menjadi Rp 95.600 per tabung.(kmp/wid/es/bhc/rby)


 
Berita Terkait Gas Elpiji
 
Polisi Bongkar Praktik Suntik Gas Elpiji Subsidi ke Non-subsidi di Depok dan Tangerang Selatan
 
Gaskita Pintar Siap Layani 154.000 Jargas Rumah Tangga di DKI Jakarta
 
Pemerintah Tak Pernah Miliki Rencana Gas Elpiji Subsidi Tepat Sasaran
 
Tekan Kerugian, Pertamina Sesuaikan Harga Jual Elpiji 12 kg
 
Inilah Ciri-ciri Tabung Gas Palsu
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]