Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
PBNU
'Refleksi 2012 dan Outlook 2013' PBNU, Pemerintah SBY Harus Berbenah Diri
Friday 11 Jan 2013 19:45:48

Ketua PBNU ; Pemerintah SBY Harus Lebih Berpihak Kepada Rakyat. (Foto ; ist)
JAKARTA, BeritaHUKUM - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berlangsung memprihatinkan sepanjang 2012, dan harus dibenahi pada 2013 dengan program yang lebih berpihak kepada rakyat.

Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam 'Refleksi 2012 dan Outlook 2013' di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (09/01).

Sejumlah indikator dari bidang politik dan pemerintahan, hukum, ekonomi, keamanan, serta sosial budaya, menjadi dasar penyampaian kritik.

"Dalam bidang sosial budaya misalnya, praktik intoleransi masih sangat banyak ditemukan sepanjang 2012. Padahal, sudah disepakati negara ini bukan negara agama, tapi nyatanya kita masih mudah termakan propaganda memecah belah berdasarkan sentimen keagamaan," ujar Kiai Said.

Di bidang hukum, Kiai Said menyoroti penegakan yang masih tebang pilih, dan jauh dari rasa keadilan. Ia mencontohkan, pemberian grasi justru terjadi pada terpidana produsen dan pengedar narkoba kelas kakap.

Menurut Kiai Said, di bidang ekonomi, klaim angka pertumbuhan ekonomi hanya bersifat makro. Sedangkan secara mikro jutaan rakyat masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Kebijakan impor yang tidak tepat dan cenderung merugikan pelaku usaha dalam negeri, juga tak luput dari kritikan.

"Fasilitas KUR selalu digembar-gemborkan pemerintah. Fakta di lapangan, mereka yang menerima secara ekonomi sudah mapan. Masyarakat miskin yang berhak menerima, dalam praktiknya selalu kesulitan karena adanya aturan yang sangat mengekang," tutur Said. Kiai yang mendapat gelar doktor lulusan Universitas Ummul Qura, Mekkah, meminta SBY mengakhiri masa pemerintahannya dengan baik. "Istilahnya, jika ingin khusnul khotimah, ingin dikenang baik, mari tunjukkan, tambahkan kepedulian kepada rakyat kecil," sarannya.

Wakil Ketua Umum PBNU As'ad Said Ali di acara yang sama, juga mengamini penilaian pemerintahan sepanjang 2012 berlangsung memprihatinkan. Faktor penerapan demokrasi yang tidak tepat dinilai sebagai salah satu penyebabnya.

"Negara kita yang seharusnya menerapkan demokrasi konstitusional, sekarang justru menerapkan demokrasi liberal yang diadopsi dari luar," papar As'ad.

Kondisi tersebut, lanjut As'ad, mengakibatkan banyak aturan perundang-undangan yang dihasilkan sejak era reformasi, tidak berpihak kepada rakyat.

"Ini penyebab kedua buruknya perjalanan pemerintahan sepanjang tahun kemarin. Untuk memperbaikinya, aturan yang sudah ada harus dirombak sesuai demokrasi konstitusional yang seharusnya kita terapkan," urainya. (bhc/trn/rat)


 
Berita Terkait PBNU
 
PBNU Sesalkan 5 Tokoh Nahdliyin Temui Presiden Israel: Lukai Perasaan Muslim
 
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman Sambangi PBNU
 
Cetak Sejarah, Akhirnya Kyai Said Aqil PBNU Dapat Jatah Komisaris BUMN
 
Said Aqil Sebut Suara NU Dimanfaatkan Di Pilpres, Haikal Hasan: Itulah Tingkah Pemerintah Kita
 
Pembakaran Bendera Tauhid Jadi Catatan Penting untuk Dikaji
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]