Doa dan dukungan tersebut dilakukan bersamaan dengan deklarasi mendukung SBY pada Kongres IV" /> BeritaHUKUM.com - 'Jaringan Nusantara' Doakan SBY Pimpin Kembali Demokrat

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Demokrat
'Jaringan Nusantara' Doakan SBY Pimpin Kembali Demokrat
Monday 11 May 2015 06:18:31

Ilustrasi. Calon Ketua Umum Partai Demokrat Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono GCB AC.(Foto: dok.BH)
SURABAYA, Berita HUKUM - Ratusan relawan yang tergabung dalam elemen "Jaringan Nusantara" berdoa bersama untuk kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin kembali Partai Demokrat periode 2015-2020.

Doa dan dukungan tersebut dilakukan bersamaan dengan deklarasi mendukung SBY pada Kongres IV Partai Demokrat yang digelar di Hotel Shangri-La Surabaya, 11-13 Mei 2015.

"Tidak ada kader yang cocok dan layak menggantikan SBY sebagai ketua umum. Kami berdoa bersama mengharapkan beliau kembali memimpin," ujar Ketua Jaringan Nusantara, Farhan Effendy saat ditemui usai deklarasi di Hotel Satelit, Jalan Mayjen Sungkono Surabaya, Minggu.

Pada deklarasi tersebut turut dihadiri sejumlah elit Partai Demokrat seperti Ruhut Sitompul, Andi Arif dan Rahlan Nasidq.

Dalam kesempatan tersebut, Jaringan Nusantara meminta kepada SBY untuk membersihkan partai dari oknum-oknum yang niatnya memecah belah internal serta mendepak kader yang terlibat korupsi.

"Ini semata-mata demi kepentingan dan menyelamatkan Demokrat masa depan. Kami yakin di bawah kepemimpinan SBY, pada Pemilu 2019 bisa kembali menjadi penguasa di Republik ini," katanya.

Menurut dia, gerakan-gerakan para politisi busuk dan penyuka permainan kotor di tubuh partai akan menjadi pintu masuk dari pihak-pihak luar yang memiliki ambisi untuk memecah, merusak dan mengerdilkan Partai Demokrat.

Terkait gerakan salah seorang kader Demokrat, I Gede Pasek Suardika dan Marzuki Alie yang ingin maju sebagai calon ketua umum, pihaknya menilai Kongres IV hampir 100 persen dimenangkan SBY secara aklamasi.

Hal ini, kata dia, dibuktikan dari pernyataan sikap dan dukungan lisan mayoritas DPC maupun DPD Partai Demokrat se-Indonesia.

Sementara itu, Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengakui dukungan yang diberikan kepada SBY agar kembali menjadi orang nomor satu di tubuh partai sudah mencapai 95 persen.

"Bahkan kalau sampai sekarang, saya berani pastikan 99 persen suara peserta kongres sudah bulat ke SBY. Sangat besar akan menang aklamasi, dan itu sangat demokratis karena tercapai musyawarah mufakat," katanya.(fa/rb/Antara/bh/sya)


 
Berita Terkait Partai Demokrat
 
Mahkamah Agung RI Kabulkan PK Moeldoko Soal DPP Partai Demokrat, Sudah Tergister
 
Pernyataan SBY dan AHY Dipolisikan, Herman Khaeron: Si Pelapor Hanya Cari Panggung
 
Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Fakta Big Data, Pembangunan Era Pres SBY Lebih Baik Dibanding Era Pres Jokowi
 
Alasan Partai Demokrat Kabupaten Klaten Desak Anggota DPRD HS Mundur
 
Sambut Rakernas PKS, AHY: Temanya Sejalan dengan Semangat Partai Demokrat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]