Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pancasila
#KamiIndonesia, Ketua MPR: Jangan Ada Lagi Yang Merasa Paling Pancasila!
2017-12-17 07:42:54

YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Ketua MPR Zulkifli Hasan bersama ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia dan tokoh tokoh intelektual muda meluncurkan gerakan #KamiIndonesia di Yogyakarta, Sabtu (16/12).

"Gerakan #KamiIndonesia ini merupakan penegasan bahwa tak boleh ada lagi yang merasa paling Pancasila. Ini gerakan untuk merangkul semua perbedaan jadi harmoni, bukan saling caci," jelas pria yang akrab disapa Zulhasan ini.

Zulhasan menekankan pentingnya Pancasila menjadi ideologi bangsa yang menjadi jembatan pemersatu, bukan tembok pemisah.

"Mari menyusun narasi kebangsaan tentang Kami dan Kita. Bukan malah sibuk membedakan Saya Pancasila dan kamu bukan Pancasila hanya karena beda pilihan dalam Pilkada," kata Ketua Umum PAN itu.

CEO Gerakan Kami Indonesia yang juga Anggota DPD RI Asri Anas menyebut kehadiran Ketua MPR menjadi simbol penting merawat keberagaman

"Bang Zulhasan sudah buktikan bisa, mau dan berani untuk berdiri di atas semua golongan. Beliau teladan bagi anak anak muda di Gerakan Kami Indonesia untuk menjadi pemersatu, bukan pemisah anak bangsa," tegasnya.

Hadir dalam deklarasi gerakan #KamiIndonesia tersebut antara lain Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM Zainal Arifin Muchtar, Rektor Paramadina Firmanzah, Anggota DPD Asri Anas dan Politisi muda Willy Aditya.(san/RMOL/bh/sya)


 
Berita Terkait Pancasila
 
Pancasila Dilaksanakan, Jangan Diingkari
 
Syarief Hasan Dukung Penuh Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional
 
Menerima Pancasila Sebagai Dasar Negara Adalah Keputusan Strategis
 
HNW: Pancasila Bukti Kedekatan Hubungan Antara Agama dan Negara
 
Pancasila Hadir Karena Kenegarawanan Para Pendiri Bangsa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]