Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
Hoax
Yunahar: Tidak Boleh Menyebarkan Berita Bohong Walau Niatnya Baik
2017-10-16 05:11:49

YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY mengadakan kegiatan Literasi Media Sosial Berbasis Islam Wasathiyah, yang bertemakan "Jaga Jagad Maya Rukun di Media Sosial" bertempat di Ballroom Hotel Harper Yogyakarta, Sabtu (14/10).

Dalam kegiatan tersebut hadir Yunahar Ilyas, Wakil Ketua MUI Pusat sebagai salah satu pembicara. Yunahar mengatakan bahwa tidak dapat dipungkiri saat ini banyak berita hoax yang tersebar di dunia maya.

Maka dengan itu, Yunahar mengimbau agar masyarakat jangan mudah terpercaya dengan berita yang tersebar tanpa mengetahui fakta atau kejadian yang sebenarnya.

"Dalam surat Al-Hujarat sendiri kita diperintahkan untuk melakukan tabayyun atau bahasanya cek dan ricek, harus diteliti terlebih dahulu," ujar Yunahar.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini jugamengatakan saat ini juga marak orang-orang yang tidak bertanggung jawabmenyebarkan pesan-pesan terusan lewat whatsapp, line, dan lainsebagainya yang tujuan utamanya profokasu.

MenurutYunahar jika pesan-pesan tersebut belum dapat dikonfirmasikebenarannyasebaiknya tidak perlu diteruskan, apalagi jika didalam pesan itu mengimbau untuk memviralkan, maka patut dicurigai dan tidak perlu diteruskan.

Yunahar menambahkan ada enam hal yang perlu dijauhi dalam bermedia sosial diantaranya, saling mengejek, mencaci, memanggil dengan panggilan yang tidak disukai, berprasangka, mencari-cari kesalahan orang lain, dan membicarakan keburukan orang.

"Jelas sekali Al-Qur'an menyampaikan kita tidak boleh menyebarkan hoax, ghibah, dan melakukan fitnah. Maka kita juga tidak boleh menyampaikan berita bohong walau niatnya baik," imbuhnya.

Lebih lanjut lagi, Yunahar menyampaikan sebaiknya sebelum menyebarkan berita kita menimbang-nimbang terlebih dahulu berita yang akan disebarkan.

"Apa berita itu menyebabkan pertengakaran atau tidak, apa mengandung provokasi atau tidak, harus sesuai dengan waktu dan tempatnya, dan tepat konteksnya, " paparnya.(Syifa/muhammadiyah/bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Hoax
Yusril Ihza Mahendra Klarifikasi Tulisan Hoax yang Pernah Viral
Ketua DPR: Hoaks Jadi Tantangan Media Mainstream
Berita Hoax Akan Kembali Warnai Pilkada Serentak 2018
Yunahar: Tidak Boleh Menyebarkan Berita Bohong Walau Niatnya Baik
Kapuspen TNI: Berita Panglima TNI Lindungi Pak Ahok Adalah Tidak Benar Atau HOAX
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
TNI Gadungan Ditangkap karena Tipu Gadis Jutaan Rupiah
Mukernas di Mataram, Forum Jurnalis Muslim Soroti UU MD3 dan RKUHP
Forum Jurnalis Muslim Bakal Latih Relawan MRI se-Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Dilaporkan ke Polda Metro atas Penutupan Jalan Jatibaru Tanah Abang
Pencarian dan Evakuasi Korban Longsor Brebes Terus Dilakukan Tim SAR Gabungan
BNPB Anugerahi Penghargaan BPBD Terbaik
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Mukernas di Mataram, Forum Jurnalis Muslim Soroti UU MD3 dan RKUHP
Yusril Ihza Mahendra: PBB Siap Hadapi Sidang Bawaslu, Jumat 23 Feb 2018
Fahri Hamzah: Masyarakat Tak Perlu Takut Kritik DPR
DPR Minta Freeport Penuhi Kewajiban Divestasi dan Patuhi Kesepakatan
Pemerintah Hentikan Sementara Seluruh Pekerjaan Konstruksi Layang
Tommy Soeharto Kritik Pemerintahan Jokowi Soal Utang Membengkak
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]