Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Jepang
Yen Melemah, Toyota Targetkan Pencapaian 10%
Saturday 23 Mar 2013 13:09:25

Logo Toyota.(Foto: Ist)
JEPANG, Berita HUKUM - Produsen otomotif asal Jepang, Toyota Motor berencana untuk meningkatkan produksi domestik pada periode April hingga September mendatang, Sabtu (23/3).

Peningkatan ini ditargetkan mencapai sekitar 10% dari perkiraan semula, menyusul pelemahan nilai tukar Yen saat ini.

Toyota sebelumnya telah merevisi rencana produksi April dan Mei menjadi 13.000 hingga 13.500 kendaraan perhari dan berencana untuk mempertahankan produksi pada angka tersebut hingga September mendatang, demikian diberitakan harian bisnis Nikkei.

Produksi domestik selama sembilan bulan hingga September ini diharapkan bisa mencapai 2,5 juta unit, lebih besar 200.000 unit dari rencana awal.

Disebutkan juga bahwa perusahaan ini mungkin juga akan merevisi perkiraan produksi tahunan menjadi sekitar 3,1 juta unit.

Peningkatan ini didorong oleh pelemahan mata uang Yen.

Yen melemah terhadap nilai tukar mata uang asing utama dalam beberapa bulan terakhir.

Jepang sebelumnya memilih tim manajemen baru di bank sentral, yang diperkirakan akan meluncurkan kebijakan agresif yang ditujukan untuk memperbaiki ekonomi Jepang yang tengah lesu.

Pelemahan mata uang Yen saat ini juga dipandang sebagai pendorong ekspor Corolla dan Prius ke Amerika Utara temasuk kendaraan untuk pasar Timur Tengah.(bbc/bhc/opn)


 
Berita Terkait Jepang
 
• Resesi Semakin Dalam, Jepang Dihantam Kontraksi Ekonomi Terburuk Sejak 1980
 
• Trump Kunjungi Jepang, Bertemu Kaisar Naruhito dan PM Shinzo Abe: Apa Isu Penting yang Dibahas?
 
• Banjir dan Longsor Menghantam Jepang, Korban Meninggal Capai 100 Orang
 
• Jepang Utus Kapal Perang Terbesar untuk Kawal Kapal Logistik AS
 
• PM Jepang Kunjungi Pearl Harbor Sampaikan Duka Cita
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]