Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Penistaan Agama Islam
Yakub Arupalaka: Posko RAR Siap Melayani Rekan-rekan dari Daerah pada Aksi Bela Islam
2016-11-04 00:11:57

Tampak Yakub Arupalaka, selaku koordinator di Posko RAR.(Foto: BH /mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Jelang aksi unjuk rasa besar dari Gerakan Nasional Pendukung FATWA - MUI (GNPF-MUI) Jumat (4/11) yang akan berlangsung didepan Istana Negara Jakarta, Yakub Arupalaka, selaku koordinator dari Rumah Amanah Rakyat (RAR) dalam mendukung rencana Aksi Bela Islam ke 2 menjelaskan perkembangan para aktivis dan relawan, yang tergabung hingga tengah malam hari Jumat (4/11) ini di Posko RAR untuk menyiapkan dapur umum dan Kesehatan.

"Disini ada panitianya. Ini guna mensuplai di masjid Sunda Kelapa, lalu kemudian nanti akan disambut nanti pagi oleh FPI, soalnya ini adalah sumbangan dari para hamba Allah. Hingga saat ini bahkan masih ada yang ingin ada menyumbang dan sangat antusias. Dimana para kaum muslimin untuk membantu dan memberi sumbangan," ungkap Yakub Arupalaka.

"Di sini di Rumah Amanah Rakyat (RAR). Dan untuk aksi besok dan akan berlanjut, selanjutnya kita siap, tidak akan berhenti mensuplai," jelasnya lagi.

"Kami bertahan dan menyiapkan bahan makanan hingga sampai hari Senin. Di sini cenderung menerima barang, namun hanya menggunakan beras, telur dan lain lain. Kami tidak identik dan menerima uang," katanya.

Sedangkan, selain posko Logistik, RAR juga menyiapkan Posko Kesehatan, "bahwasanya posko Kesehatan Rumah Amanah Rakyat telah menyiapkan ambulance sebanyak 5 unit mobil, dan tenaga medis 20 orang untuk mengantisipasi jika ada kendala yang terjadi esok," ujarnya.

Lebih lanjut lagi, Yakub Arupalaka menjelaskan bahwa, "kita tidak bisa berandai-andai, hal ini dikarenakan informasi yang diperoleh sejauh ini simpang siur. Namun, saya selaku pelaksana pendistribusian ini siap melayani rekan-rekan dari daerah. Dimana semenjak jauh hari, diketahui bahwa ada gerakan 4 November maka kami menyambut saudara-saudara kita yang dari daerah agar tidak kelaparan," pungkasnya.

Gerakan GNPF-MUI yang tergabung dari puluhan Ormas islam tersebut berawal dari kasus penistaan agama Islam terkait surat Al Maidah 51 yang dipake oleh Basuki T. Purnama (Ahok), serta MUI telah memutuskan bahwa Ahok terbukti bersalah telah menistakan agama Islam.

Pantuan pewarta BeritaHUKUM.com, nampak semenjak siang hingga sore hari, Kamis (3/11) suasana di kantor Posko Rumah Amanah Rakyat (RAR) yang berlokasi di kawasan Jl. Cut Nyak Dien, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat telah berkumpul sejumlah puluhan aktivis, relawan menyiapkan dan membuka Pos yang dijadikan Posko Kesehatan dan Logistik (makanan dan minuman) bagi para relawan dan aktivis yang akan berunjukrasa pada Jumat 4 November di depan Istana Negara Jakarta, setelah sholat Jumat di masjid Istiqlal.(bh/mnd)


 
Berita Terkait Penistaan Agama Islam
 
DICARI!!, Setelah M Kece, Pria Ini Jadi Buronan Netizen Gegara Hina Nabi Muhammad
 
HNW Apresiasi Kinerja Polri Tangkap Terduga Penista Agama
 
Sukmawati, Potret Sosial-Politik dan Hukum Kita
 
Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz Bachtiar Nasir sebagai Tersangka Dugaan TPPU
 
Jubir PA 212 Kembali Mendatangi PMJ untuk Menanyakan LP Ketua BTP Mania, Immanuel Ebenizer
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]