Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Pemilu
YPKP 1965 Tegaskan Dukung Pemilu Aman dan Damai
2019-01-31 18:19:13

Ketua YPKP 1965 Bedjo Untung.(Foto: BH /mos)
JAKARTA, Berita HUKUM - Mendekati Pemilihan Umum yang akan berlangsung April mendatang, Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 1965 secara tegas menyuarakan sikap untuk mendukung Pemilu yang aman dan damai.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua YPKP 1965 Bedjo Untung di sela-sela aksi 'Kamisan' yang rutin digelar pihaknya di Kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (31/1).

"Menyikapi Pemilu yang akan dilaksanakan 17 April mendatang, kita menyambut baik pesta demokrasi dan mengharapkan bahwa Pemilu itu sukses," ujar Bedjo di lokasi.

Mengenai pilihan politik, pihaknya menegaskan bahwa Indonesia harus dipimpin oleh sosok yang tidak pernah memiliki catatan buruk, khususnya yang berkaitan dengan Hak Azasi Manusia (HAM).

"Saya tidak rela negara ini dipimpin oleh penjahat HAM, saya menolak bila rezim orde baru tampil lagi," jelasnya.

Meski begitu, Bedjo tidak mengarahkan secara khusus pihak-pihak yang terhimpun pada organisasinya dalam menentukan sikap politik di pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

"Yang penting orde baru jangan tampil lagi. Mau 01 atau 02 itu pilihan masing-masing, saya tidak mau mencampuri dan kami tidak akan kampanye," pungkasnya.(bh/mos)


 
Berita Terkait Pemilu
 
Usai Gugat ke MK, Mahfud MD dan Ari Yusuf Amir Adakan Pertemuan di Rumah Ketua MA?
 
PKB soal AHY Sebut Hancur di Koalisi Anies: Salah Analisa, Kaget Masuk Kabinet
 
Daftar Lengkap Perolehan Suara Partai Politik Pemilu 2024, Dan 10 Partai Tidak Lolos ke Senayan
 
DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Dugaan Kecurangan Pemilu 2024
 
Nyaris Duel, Deddy Sitorus PDIP dan Noel Prabowo Mania saat Debat di TV Bahas Pemilu
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]