Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Suriah
Wartawan Prancis Hilang di Suriah
Friday 07 Jun 2013 20:52:33

Kedua wartawan itu dikabarkan sedang menuju Aleppo.(Foto: Ist)
SURIAH, Berita HUKUM - Dua wartawan Prancis yang hilang di Suriah harus segera dibebaskan kata Presiden Prancis Francois Hollande. Berbicara di Jepang, ia mengatakan kedua orang itu "tidak mewakili negara mana pun" dan sedang bekerja "agar dunia mendapat informasi" tentang konflik di Suriah.

Mereka diidentifikasi oleh kantor tempat mereka bekerja, radio Europe 1, sebagai Didier Francois dan Eduoard Elias.
Mereka bepergian ke Aleppo dan belum memberikan kabar dalam 24 jam, kata Europe 1.

Sementara itu, Austria telah mengumumkan akan menarik pasukan penjaga perdamaian dari Dataran Tinggi Golan karena pertempuran antara pasukan pemberontak dan pemerintah di sana.

Pertempuran di perbatasan itu terjadi satu hari sesudah pasukan Suriah yang didukung milisi Hisbullah Lebanon merebut kota Qusair.

"Kami telah kehilangan kontak dengan kedua wartawan ini, tapi kami tidak tahu situasi sebenarnya," kata President Hollande dalam kunjungan ke Jepang.

"Saya menuntut pembebasan keduanya segera karena mereka tidak mewakili negara apa pun. Keduanya sedang bekerja agar dunia mendapat informasi. Wartawan harus diperlakukan sebagai wartawan."

Europe 1 mengatakan wartawan mereka Didier Francois dan fotografer Elias hilang saat menuju kota Aleppo di utara Suriah dan menambahkan bahwa pemerintah Prancis melakukan segala cara "untuk memberikan informasi kepada kami.(bbc/bhc/rby)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Suriah
Ledakan Bom Merusak Benteng Kuno di Aleppo
Ledakan di Masjid Suriah Tewaskan 25 Anggota Kelompok Militan
Suriah Mengaku Tembak Jatuh Drone AS
Serangan Udara Israel Tewaskan Jenderal Iran
AS: Situasi di Kobane Suriah 'Berbahaya'
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Ini Hikmah Teror GIDI di Tolikara Menurut Ustadz Fadlan
Muktamar Muhammadiyah 47 Harus Bermartabat
Buka Muktamar, Presiden Jokowi: NU Menjadi Garda Terdepan Menjaga NKRI dan Pancasila
Ada Laporan Potensi PHK Massal, karena Menguatnya Dollar terhadap Rupiah
Ini Kronologi Tragedi Tolikara Temuan TPF Komat
Pasca Tragedi Tolikara; Teroris GIDI Diundang ke Istana, Ustadz Ditangkap
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Muktamar Muhammadiyah 47 Harus Bermartabat
Ini Kronologi Tragedi Tolikara Temuan TPF Komat
Garuda Indonesia dan Kemendikbud Luncurkan Program Cara Membalas Jasa dan Budi Guru
Mantan GAM di Gunung Halimon akan Kibarkan Merah Putih Raksasa
Gerindra: 'Dulu Katanya Panggil Programmer 2 Minggu Selesai, Kenapa Sekarang Harus Minta Bantuan Singapura?'
Kebakaran PT Mandom, Said Iqbal: Indikasinya Lalai dan Kurang Peduli Program K3
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer | Buku Tamu

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]