Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Hoax
Warganet Sepakat Lawan Hoax dan Posting Do'a untuk Suksesnya Pemilu 2019, Aman dan Damai
2019-03-21 17:14:30

Warganet berkumpul menyatakan melawan hoax dan memposting Do'a demi Pemilu Damai 2019 di Jakarta.(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komunitas Warganet dari beberapa wilayah bertekad mensukseskan Pemilu 2019. Warganet yang terdiri dari Blogger, Vloger, Youtuber, dan content creator menggelar gerakan posting doa warganet di medsos untuk Pemilu 2019 yang damai dan demi keberlanjutan kepemimpinan nasional, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Kamis (21/3).

Kegiatan tersebut bertema: "Doa Dan Obrolan Warganet untuk pemilu 2019 yang damai tanpa hoax guna suksesnya keberlanjutan kepemimpinan nasional". Para peserta mendoakan pemilu nanti berjalan aman, damai, dan sejuk. Dalam kegiatan tersebut warganet hadir mendeklarasikan Gerakan Posting Doa di Medsos dan berdiskusi serta berdoa dengan khidmat untuk keselamatan NKRI.

Ketua Pelaksana, Hafyz Marshal mengatakan, dengan adanya acara ini berharap pemilu nanti berjalan aman, lancar, tertib, dan kondusif. Sehingga dalam menghadapi pesta demokrasi bisa dilancarkan serta terwujudnya keberlanjutan kepemimpinan nasional.

"Harapannya masyarakat dan warganet menjadi tenang dan sejuk, jangan sampai ada perpecahan. harus bersatu jangan saling memfitnah dan sebagainya, kami komunitas warganet mendukung agar negara ini tetap aman dan damai," kata Hafyz, Kamis (21/3).

Senada dengan Hafyz, Influencer Sosial Media, Zulfikar Akbar mengajak masyarakat untuk sama-sama untuk memiliki sikap kritis karena di media sosial (medsos) saat ini berbagai macam isu mengganggu dan memecah belah persatuan dan kesatuan. Jangan terpancing, informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atau hoax maka dari itu harus ditolak.

"Obrolan politik paling rawan hoax, jadi bersikap awaslah tiap kali bertemu berita politik. Pastikan alarm kewaspadaan aktif dan jangan terbiasa percaya begitu saja dengan apa yang ramai di medsos. Banyaknya korban hoax adalah mereka yang terlalu percaya dan melupakan sikap kritis. Jadi kritislah di berbagai berita apalagi di media sosial," ujarnya.

Sementara itu, Tokoh Pegiat media Sosial lainnya Pepih Nugraha berharap acara doa bersama mendapat ijabah Tuhan. Sehingga Indonesia menjadi damai, aman dan sentosa.

"kita melakukan kegiatan ini hanya untuk doa bersama bagi negeri dan saling silaturahmi antar Warganet. Agar negeri ini damai, aman dan sejahtera. Tidak terjadi gonjang-ganjing, apalagi berdarah-darah dan sebagainya," pungkasnya.

Selain itu Warganet juga akan mendeklarasi Gerakan Posting Doa di Medsos dalam rangka Lawan hoax dan Ujaran kebencian demi Pemilu 2019 yang damai dan bermartabat guna suksesnya keberlangsungan Kepemimpinan Nasional.

Acara tersebut dihadiri juga oleh kalangan , akademisi, serta puluhan pegiat media sosial dari berbagai kalangan youtuber, bloger, vloger dan Content Creator berbagai wilayah hingga tokoh masyarakat dan jurnalis lokal serta nasional.(bh/amp)

Share : |

 
Berita Terkait Hoax
Boni Hargens: Politik Indonesia Sudah Masuk era 'Post-Truth Society'
Siarkan Berita Hoax Prabowo Kampanye di Padang, Andre Rosiade Akan Laporkan Metro TV ke Dewan Pers
Arief Poyuono: Pertengkaran dan Adu Domba Dirinya di Twitter dengan Ferdinan Hutahaean Adalah Hoax
FSP LEM SPSI DKI Jakarta Deklarasikan Pemilu Damai Tanpa Hoax
Khilafatul Muslimin Dukung Pemilu 2019 Damai Tanpa Hoaks
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Rekam Aksi Beringas Brimob Saat demo, Wartawan CNN Dianiaya
Korban Aksi 21/22 Mei, Anies Baswedan: Enam Orang Meninggal Dunia
FPI: Ada Pihak Ketiga Yang Ingin Mengadu Domba
Bawaslu Diimbau Beri Laporan Evaluasi
Fadli Zon Luncurkan Buku 'Strengthening The Indonesian Parliamentary Diplomacy'
Komisi III Tolak Keempat Calon Hakim Agung
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka
5 Mantan Danjen Kopassus Siap Pimpin Aksi Demo 22 Mei 2019 Mendatang
Resmob PMJ Menangkap Wanita Pengemar Game Mobile Legend yang Bobol Bank Rp1,85 M
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]