Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Penggusuran
Walikota Jakut Turun Langsung ke Lokasi Penggusuran Kawasan Kalijodo
2016-02-29 10:58:41

Tampak Walikota Jakarta Utara Rustam Effendi (dengan baju korpri dan topi) di lokasi pembongkaran komplek Kalijodo, saat bangunan dihancurkan oleh petugas yang kini tinggal puing.(Foto: BH/san)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kalijodo yang selama ini identik dengan Komplek Prostitusi akhirnya tinggal kenangan. Ribuan warga terpaksa menelan pil pahit setelah rumah mereka diluluhlantakan dengan belasan alat Beco, Senin (29/2). Lima ribu aparat gabungan Satpol PP, Polri dan TNI dikerahkan ke lokasi Kalijodo mengamankan proses penggusuran.

Tidak ada perlawanan dalam proses penggusuran, namun ada sedikit kendala lantaran ada sejumlah warga bersikeras tetap ingin bertahan, karena tidak mau rumahnya dibongkar. Mereka pun dibujuk dan akhirnya berhasil di evakuasi ke tempat yang aman.

"Mereka sebagiannya tidak mau rumahnya dibongkar. Setelah kita bujuk baru bisa keluar. Dan mereka sekarang dievakuasi di tempat yang aman," ungkap Walikota Jakarta Utara (Jakut), Rustam Effendi, kepada Pewarta BeritaHUKUM.com di tengah-tengah lokasi penggusuran.

Rustam menyebutkan, warga keberatan pindah dan ingin tetap bertahan di kawasan ini karena menolak direlokasi ke Rusunawa (Rumah Susun Sewa).

"Permintaan mereka ingin dipindahkan ke Rusunami (Rumah Susun Milik). Tapi saat ini kami sedang membujuk mereka agar semuanya direlokasi ke Rusunawa (Rumah Susun Sewa)," ucapnya.

Proses penggusuran berjalan dengan mulus. Hanya dalam waktu singkat saja, ribuan rumah pun hancur tinggal puing-puing yang tersisa.(bh/san)


 
Berita Terkait Penggusuran
 
Pemkot Samarinda Diminta Pertimbangkan Kembali Pembongkaran Bantaran SKM, LAKI Kaltim Kawal Sampai Tuntas
 
Gusur Warga Bukit Duri, Pelanggaaran HAM Dilakukan Penguasa dan Penegak Hukum
 
Kapolda Metro Jaya Pantau Lokasi Penggusuran Bukit Duri
 
Fadli Zon: Rusun Rawa Bebek Tidak Manusiawi
 
Penggusuran Tanpa Solusi Sebabkan Kemiskinan Baru
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]