Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Pilpres
Wadah Pegawai KPK Setuju Kasus Novel Jadi Materi Debat Capres
2019-01-02 13:33:09

JAKARTA, Berita HUKUM - Wadah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) sepakat jika kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan menjadi salah satu materi debat calon presiden.

Ketua WP KPK, Yudi Purnomo menilai hal itu pantas lantaran sudah ada pengakuan dari Komnas HAM terkait insiden penyiraman air keras terhadap Novel.

"Setuju banget, kan Bang Novel dalam temuan Komnas HAM dianggap sebagai pembela HAM karena jadi penyidik KPK," ujar Yudi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (31/12).

Debat capres-cawapres pertama akan digelar KPU pada 17 Januari 2019. Dalam debat yang bertema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme itu, tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berencana akan mempertanyakan penyelesaian kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK itu.

Yudi berpendapat pernyataan sejumlah politisi mengenai Novel merupakan konsekuensi logis terhadap mandeknya pengungkapan kasus. Secara bersamaan, ia melihat desakan publik antikorupsi terus muncul agar pemerintah segera menyelesaikannya.

Bentuk desakan yang dimaksud oleh Yudi adalah pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Ia menilai semestinya Presiden Joko Widodo dapat mewujudkan tim tersebut dengan mudah dan dengan demikian kasus Novel tidak bisa dijadikan komoditas politik.

"Menurut saya solusinya mudah, segera saja Presiden membentuk TGPF sehingga tidak ada lagi pihak-pihak yang dipersepsikan menjadikan kasus Bang Novel sebagai komoditas politik," katanya.

Yudi mengingatkan bahwa pelaku penyiraman air keras terhadap Novel masih berkeliaran bebas. Hal ini menurut dia berpotensi mengancam penyidik KPK lainnya yang terus bekerja mengungkap kasus korupsi di Tanah Air.

Kasus penyiraman air keras Novel sebelumnya diseret oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief. Melalui akun Twitter-nya Minggu (30/12), Andi mengkritik Jokowi dalam menyelesaikan pelanggaran HAM karena kasus Novel tak kunjung tuntas.

"Kalau masih ada yang yang berkoar soal penculikan atau pebunuhan masa lalu, sebaiknya besok pagi lihat mata Novel Baswedan. Tanyakan pada sebelah matanya, Jokowi ngapain aja?" kicaunya lewat akun Twitter @AndiArief_

Menurut Andi, pembahasan soal penculikan dan pembunuhan masa lalu akan relevan jika Jokowi mau memberi sebelah matanya pada Novel Baswedan. Ia menilai akan percuma bagi Jokowi punya mata tapi tak mampu menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

"Kenapa mata Pak Jokowi? Karena percuma punya mata tapi tak mau melihat persoalan yang mudah ini untuk diselesaikan," katanya.(ugo/cnnindonesia/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Pilpres
Prabowo Subianto Terima Gelar Bangsawan Kesultanan Pontianak
Tanggulangi Tingginya Pengangguran Kaum Muda, Sandi Perkenalkan Rumah Siap Kerja
Prabowo: Saya Bisa Seperti Ini Karena Didikan Para Senior
Prabowo: Jika Kita Diejek Santai Saja, karena Kita Yakin Berada di Jalan yang Benar
Di Halaqoh K 2 Aswaja, Cawapres Sandiaga Uno Prioritaskan Tenaga Kerja Dalam Negeri
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Polisi Menangkap 5 Tersangka Perampas 2 Truk Tangki Pertamina untuk Demo di Monas
Keponakan JK, Erwin Aksa Pilih Nonaktif dari Golkar Demi 02 Prabowo-Sandi
KPK Tetapkan 3 Tersangka Dalam Kasus Suap Seleksi Jabatan di Lingkungan Kementerian Agama
Ethiopian Airlines: Ada 'Kemiripan Jelas' dengan Kecelakaan Lion Air
Prabowo Subianto Terima Gelar Bangsawan Kesultanan Pontianak
Ikatan Wartawan Media Online Lakukan Hearing Ke DPRD Kaur Menuntut Keadilan Budget Publikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
KPK Tetapkan 3 Tersangka Dalam Kasus Suap Seleksi Jabatan di Lingkungan Kementerian Agama
Tunjukkan Solidaritas, Lampu JPO GBK Visualkan Warna Bendera Selandia Baru
KPK Akhinya Tetapkan Ketum PPP Romahurmuziy Tersangka
Prabowo: Tugas sebagai Pemimpin Tidak Sulit, Asalkan Gunakan Akal Sehatmu dan Cintai Rakyatmu
Polisi Mengungkap Jaringan Narkoba Shabu Riau-Jakarta-Bandung dengan 6 Tersangka
Cawapres Sandiaga Uno Hadiri Haul Guru Sekumpul
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]