Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Bola
Usulan Rekaman Ulang TV untuk Sepak Bola
Tuesday 09 Sep 2014 01:04:42

Sepp Blatter pada Maret 2011 pernah mengatakan akan mundur dari Presiden FIFA tahun 2015.(Foto: Istimewa)
INGGRIS, Berita HUKUM - Sistem rekaman ulang TV yang memungkinkan pelatih tim sepak bola memprotes keputusan wasit diusulkan oleh Presiden FIFA, Sepp Blatter. Berbicara di Konferensi Sepakbola yang diberi nama Soccerex di Manchester, Inggris, Blatter juga mengukuhkan akan mencalonkan kembali untuk pemilihan presiden FIFA.

Blatter ingin pelatih setidaknya mendapat satu kesempatan menantang keputusan wasit untuk setengah babak pertandingan.
"Mereka mendapat kesempatan dalam setengah babak itu, sekali atau dua kali, untuk menantang keputusan wasit namun hanya ketika pertandingan dihentikan," tuturnya.

"Dan harus ada layar TV oleh perusahaan TV dan bukan oleh wasit yang lain. Setelah itu wasit dan pelatih akan melihatnya dan jika wasit mungkin mengubah pikirannya, misalnya, seperti dalam pertandingan tenis."

Uji coba penjurian TV bisa jadi akan dimulai awal tahun depan.

"Itu hanya bisa dilakukan ketika ada peliputan TV untuk semua pertandingan," tambah Blatter.
"Atau dalam satu kejuaraan FIFA, kita bisa mencoba untuk kejuaraan tim muda, di bawah usia 20 tahun, seperti tahun depan di Selandia Baru."

Blatter, 78 tahun, juga memastikan akan mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan keenam di FIFA walau pada Maret 2011 lalu dia sempat mengatakan akan mundur pada tahun 2015.

"Anda melihat misinya belum selesai. Dan misi saya belum selesai," jelasnya.

Blatter, yang juga mengungkapkan bahwa ia berdiri untuk jangka kelima sebagai kepala badan sepak bola dunia.

"Mudah-mudahan kita dapat menemukan liga, semi-profesional atau profesional, yang akan mencoba untuk melakukannya.(BBC/tnp/bhc/sya)


 
Berita Terkait Bola
 
Menang 5-2 Lawan Thailand, Timnas Sepakbola Indonesia Raih Medali Emas SEA Games 2023: Penantian 32 Tahun
 
Sukamta Minta Indonesia Konsisten pada Amanat UUD 1945
 
Korban Tragedi Kanjuruhan Gugat Jokowi hingga Arema, Tuntut Ganti Rugi Rp62 Miliar
 
Mochamad Iriawan Diminta Mundur dari Ketua Umum PSSI
 
Polisi Tetapkan 6 Tersangka, Kasus Tragedi Kanjuruhan Malang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]