Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Vatikan
Uskup Diminta Tanggung Jawab atas Kasus Paedofil
Monday 05 May 2014 13:08:11

Vatikan akan hadir di depan Panel PBB di Jenewa pekan depan untuk menjawab tuduhan penyiksaan.(Foto: Istimewa)
VATIKAN, Berita HUKUM - Dewan Penasihat yang dibentuk oleh Vatikan mengusulkan agar para uskup dan otoritas gereja lainnya bertanggung jawab jika mereka gagal melaporkan dugaan pelecehan seksual atau melindungi anak-anak dari uskup yang paedofil.

Setelah pertemuan pertamanya, dewan mengatakan peraturan gereja saat ini kurang aktual.

Dewan menyatakan akan membentuk protokol yang bersih dan efektif untuk mengatasi permasalahan pelecehan seksual ini.

Anggota dewan termasuk seorang perempuan, Marie Collins yang dilecehkan saat masih kanak kanak oleh seorang uskup tetapi dipaksa otoritas gereja lokal untuk tetap diam.

Wartawan BBC di Roma, David Willey mengatakan inilah untuk pertama kalinya Vatikan mendengarkan langsung opini dari seorang korban pelecehan seksual pastur.

Marie Collins yang berasal dari Irlandia adalah satu dari empat anggota perempuan dalam komite penasehat Paus Fransiskus.

Hadir di depan Panel PBB

Ia diperkosa oleh petugas gereja rumah sakit Katolik seperempat abad lalu saat ia masih berusia 13 tahun.
Tetapi seperti layaknya banyak korban lain, ia bungkam dan diminta untuk mempertahankan nama baik orang yang memperkosanya.

Setelah cukup lama, Collins baru mengajukan keluhannya kepada Uskup Dublin.

Vatikan telah berulang kali dituduh gagal menanggapi skandal pelecehan seksual sejak bertahun-tahun.
Vatikan akan menjawab tuduhan bahwa Tahta Suci itu melanggar konvensi PBB tentang penyiksaan yang ditandatangani Vatikan pada 2002 di depan Panel PBB pekan depan di Jenewa.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Vatikan
 
• Skandal Pelecehan Seks: Film Dokumenter, Uskup Agung Polandia Minta Vatikan Selidiki Tudingan Pelecehan Seksual di Gereja Katolik
 
• Paus Perintahkan Rohaniwan Laporkan Pelecehan Seksual, 'Indonesia Belum Ada Kasus'
 
• Bagaimana Paus Fransiskus Tangani Skandal Seks di Gereja Katolik?
 
• Paus Fransiskus Akui Kasus Biarawati Dijadikan Budak Seks oleh Pastor
 
• Pimpin Misa Malam Natal, Paus Fransiskus Kutuk Kemiskinan dan Materialisme
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]