Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Demo Petani
Usai Unjuk Rasa di Kantor Gita Wirjawan, Petani Berpindah ke Kantor Dahlan Iskan
Tuesday 17 Sep 2013 16:34:33

Suasana Para Petani Berdemo di Monas.(Foto: BeritaHUKUM.com/bar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Para pengunjuk rasa yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) kecewa, karena Menteri Perdagangan Gita Wirjawan tidak berada di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jl Ridwan Rais, Jakarta. Merasa kecele, akhirnya ribuan petani bergeser ke kantor Menteri BUMN Dahlan Iskan di Jl Merdeka Selatan, Jakarta yang jaraknya berdekatan, Selasa (17/9).

Para pendemo juga mensurai-sorak soraikan lagu Perjuangan, dan membawa spanduk yang bertuliskan; "KPK segera periksa Gita Wirjawan, Indikasinya kuat terlibat Dalam Penyimpangan Impor Gula Mentah 240.000 ton".

Hari ini, sebanyak sekitar 3.000 massa Petani Tebu dari seluruh Indonesia yang awalnya berkumpul di kantor Kemendag. Mereka berdatangan karena maraknya gula impor yang merembes ke pasaran.

"Ternyata hari ini, Mendag sedang mendampingi presiden, Wamendag pun tidak ada tanpa keterangan. Kita percuma di sini, nggak ada menterinya, kita langsung ke BUMN," ungkap Ketua Umum DPN APTRI Sumitro di lokasi.

Saat di kantor BUMN, para pengunjuk rasa mencurahkan tuntutannya antaralain soal banyaknya pabrik gula kristal putih (GKP) lokal yang kondisinya sudah tidak layak. Padahal di satu sisi, pabrik gula rafinasi yang bahan baku raw sugar impor terus berkembang pesat, dengan kondisi permesinan yang baru.

"Pabrik gula kita sudah tua, pabrik gula rafinasi berbahan baku impor sudah mulai banyak," katanya.

Dari catatan Sumitro, tahun 2012 lalu ada 8 pabrik gula rafinasi yang berdiri. Di tahun 2013 ini, pabrik gula rafinasi terus berkembang dengan berdirinya 4 pabrik gula rafinasi baru.

"Tahun 2012 lalu ada 8 pabrik gula rafinasi, tahun 2013 mulai ada 3-4 pabrik gula rafinasi baru. Ini jelas mematikan petani," ujarnya.

Seperti diketahui, para petani tebu selama ini menggantungkan hasil produksinya untuk dijual ke pabrik-pabrik gula kristal putih yang umumnya milik BUMN dan kondisinya sudah tua. Sementara pabrikan gula rafinasi umumnya dimiliki oleh swasta, yang bahan bakunya beralasal dari gula mentah, atau raw sugar impor.(bhc/bar)


 
Berita Terkait Demo Petani
 
Usai Unjuk Rasa di Kantor Gita Wirjawan, Petani Berpindah ke Kantor Dahlan Iskan
 
Ratusan Petani Minta Pemerintah Stop Beras Ilegal
 
600 Petani Bersatu Unjuk Rasa ke Jakarta
 
Petani Jahit Mulut Di Depan DPRD Sumut Diserang Gerombolan OTK
 
Aksi Demo Petani di BPN SUMUT
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]