Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres
Update' Survei LSI Denny JA, Elektabilitas Anies-Muhaimin Ungguli Ganjar-Mahfud
2023-12-29 17:49:02

Ilustrasi. Tampak para warga masyarakat pendukung Pasangan No. 1 AMIN, saat setelah gotong royong memasang Mini Baliho hasil urunan di pintu masuk Komplek, Tangerang Selatan.(Foto: BH /coy)
JAKARTA, Berita HUKUM - Elektabilitas calon presiden (capres) Anies Baswedan dan calon wakil presiden (cawapres) Muhaimin Iskandar lebih unggul ketimbang Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Hal ini diketahui dari survei LSI Denny JA.

"Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahhud berada di elektabilitas 25,3 persen dan 22,9 persen," ujar peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, dalam rilis surveinya, Jumat (29/12).

Sedangkan, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berada di peringkat pertama dengan elektabilitas 43,3 persen. Adapun responden yang tak menjawab atau tidak tahu mencapai 7,9 persen.

Adjie menganalisis elektabilitas. Menurut dia, belum dapat apakah pemilu dalam satu putaran dapat terjadi.

"Tambahan suara yang dibutuhkan Prabowo-Gibran untuk menang satu putaran 7 persen lebih kecil dibandingkan tambahan suara Anies dan Ganjar untuk masuk ke putaran kedua 8 persen dan 10,4 persen," jelasnya.

Sementara, Elektabilitas pasangan calon presiden (capres) Ganjar Pranowo dan calon wakil presiden (cawapres) Mahfud MD yang mengalami penurunan. Pasalnya, pasangan nomor urut 3 itu telah ditinggalkan pemilih Joko Widodo (Jokowi).

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, menyebut pemilih yang merasa puas dengan kinerja Presiden Jokowi dan memilih Ganjar sebesar 42,7 persen pada Mei 2023. Namun, jumlah pemilih merosot pada akhir Desember 2023.

"Di akhir Desember 2023 pemilih yang puas Jokowi yang mendukung Ganjar-Mahfud sebesar 26,4 persen," ujar Adjie dalam rilis surveinya, Jumat, 29 Desember 2023.

Selain itu, sikap Ganjar dianggap plin plan. Ganjar kerap memberikan pernyataan yang positif terhadap Presiden Jokowi pada Maret-September 2023.

"Memasuki Oktober sampai November 2023 terasa ada perubahan narasi menjadi negatif dan menyerang Jokowi," jelasnya.

LSI Denny JA mencatat elektabilitas Ganjar-Mahfud stabil di bawah 27 persen. Hal ini terjadi dari awal hingga akhir Desember 2023.

"Awal Desember naik menjadi 26,8 persen. Saat ini di akhir Desember elektabilitasnya sebesar 22,9 persen," terangnya.

LSI Denny JA melakukan survei tatap muka dengan menggunakan kuesioner kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia. Margin of error survei ini sebesar 2,9 persen. Survei dilakukan pada 17-23 Desember 2023.(dbs/ADN/medcom/bh/sya)


 
Berita Terkait Pilpres
 
Beredar 'Bocoran' Putusan Pilpres di Medsos, MK: Bukan dari Kami
 
Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
 
Ahli dari Kubu Prabowo Sebut Pencalonan Gibran Sesuai Putusan 90, Hakim MK Bilang Begini
 
Bertemu Ketua MA, Mahfud MD Minta Pasangan Prabowo-Gibran Didiskualifikasi di MK
 
Tak Mau Buru-buru Soal Hasil Pemilu, Koalisi Amin Kompak Tunggu Pengumuman KPU
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]