Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Turki
Unjuk Rasa di Istanbul Diwarnai Kekerasan
Saturday 02 May 2015 08:57:27

Pengunjuk rasa di Istanbul melempari batu dan botol, polisi melepas tembakan peluru karet dan gas air mata. Di Seoul, pengunjuk rasa bentrok dengan polisi. Namun di Jakarta, tidak ada laporan tentang bentrokan maupun aksi kekerasan.(Foto: Istimewa)
TURKI, Berita HUKUM - Polisi Turki melepas tembakan peluru karet dan gas air mata untuk menghadapi aksi unjuk rasa Hari Buruh, Jumat 1 Mei, di Istanbul. Sejumlah pengunjuk rasa melempari botol, batu, dan menyalakan kembang api saat turun ke jalanan sementara ribuan polisi menjaga barikade yang mencegah mereka masuk ke Lapangan Taksim di pusat kota.

Kepolisian Istanbul mengatakan lebih dari 130 orang ditangkap.

Para pengunjuk rasa tetap turun untuk menentang larangan pemerintah menggelar protes dan pawai di Lapangan Taksim, yang menjadi pusat protes antipemerintah tahun 2013 lalu.

Aksi Jumat 1 Mei ini merupakan yang terbesar sejak pemerintah Turki menerapkan undang-undang keamanan yang kontroversial karena memberikan wewenang lebih besar untuk bertindak terhadap pengunjuk rasa.

Pemerintahan pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan -yang dilanda unjuk rasa pada Mei-Juni 2013 lalu yang berawal dari Lapangan Taksim- tidak merasa nyaman dengan unjuk rasa umum menjelang pemilihan parlemen 7 Juni mendatang.

Di beberapa kota dunia, peringatan Hari Buruh biasanya memang diwarnai dengan aksi unjuk rasa, yang kerap diwarnai dengan kekerasan.

Polisi di Korea Selatan dilaporkan bentrok dengan pengunjuk rasa di ibukota Seoul sementara di Taipei pemrotes melempar bom asap di dekat kantor presiden Taiwan.

Sedangkan di Jakarta, puluhan ribu buruh memenuhi jalan depan Istana Negara untuk mendeklarasikan niat pembentukan partai buruh namun Presiden Joko Widodo justru sedang berkunjung ke Jawa Tengah.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Turki
 
• Mengapa Kemenangan Erdogan Penting Bagi Negara-negara Barat?
 
• Hagia Sophia: Salat Jumat Pertama Setelah 86 Tahun, 'Allahu Akbar, Terharu dan Merinding', Antusiasme Masyarakat Beribadah
 
• Perang Saudara di Suriah: Turki Kutuk Serangan Udara oleh Suriah terhadap Konvoinya
 
• Turki Tetap Datangkan Sistem Rudal S-400 Buatan Rusia Walau Ditentang AS
 
• Lira, Mata Uang Turki Terjun Bebas, Erdogan Sebut 'Ini Ulah Amerika Serikat dan Barat'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]