Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Malaysia
Unjuk Rasa Puluhan Ribu Massa 'Bersih' di Malaysia Berakhir Damai
2016-11-20 07:12:00

Mantan wakil perdana menteri Datuk Seri Muhyiddin Yassin (kiri) dan mantan perdana menteri Mahathir Mohamad melambaikan tangan kepada kerumunan orang di Bersih 5 reli di KLCC, Sabtu (19/11).(Foto: Saw Siow Feng)
MALAYSIA, Berita HUKUM - Pawai terbuka yang melibatkan puluhan ribu pemrotes berakhir secara damai di depan Menara Kembar Petronas di Malaysia pada Sabtu sore.

Pada puncak kegiatan kelompok yang menamakan diri gerakan "Bersih" bertujuan mendorong terbentuknya pemerintah yang bersih dan pemilihan umum, lapor Xinhua/OANA.

Pemrotes, yang terutama terdiri atas etnik Tionghoa tapi juga meliputi orang Melayu dan India, mengenakan kaus kuning dan membawa spanduk serta bendera nasional Malaysia. Mereka meneriakkan slogan seperti "Bersih, Bersih" ketika berpawai melalui jalan-jalan.

Polisi Malaysia telah menyebut pawai terbuka itu tidak sah karena kegiatan semacam itu memerlukan izin dari Balai Kota Kuala Lumpur, dan menahan selusin orang pada hari yang sama, termasuk penyelenggara dari gerakan "Bersih" serta kelompok anti-Bersih "kaus merah".

Banyak polisi terlihat berjaga-jaga pada pagi hari di sekitar jalur protes yang direncanakan, yang meliputi Dataran Merdeka.

Polisi juga memasang barikade guna mencegah pemrotes memasuki bundaran tersebut, menutup beberapa jalan utama dan mengerahkan truk "meriam air", demikian laporan Xinhua. Di satu tempat, kondisi sangat tegang, sementara beberapa penyelenggara berunding dengan polisi mengenai cara mencegah terjadinya bentrokan.

Setelah gagal memasuki lapangan, pemrotes naik kereta untuk berkumpul di luar Menara Kembar Petronas, tempat beberapa pemimpin protes berpidato.

"Kami telah mengeluhkan banyak hal mengenai kondisi di Malaysia, tapi kami tak bertindak, jadi ini adalah waktunya buat kami untuk menyampaikan apa yang salah dengan Malaysia," kata Ainina Sofia, seorang mahasiswa yang berusia 20 tahun dari Universitas Islam Internasional Malaysia.

Polisi memperkirakan di dalam satu pernyataan bahwa sebanyak 15.500 pendukung gerakan "Bersih" dan 2.500 "kaus merah" telah ikut dalam pawai masing-masing kelompok.

Dilansir dari New Straits Times Online, Minggu (19/11), sama seperti di Indonesia, pedagang asongan juga menjadikan aksi unjuk rasa ini sebagai kesempatan berdagang. Banyak dari mereka berjualan aksesoris seperti kaos dan ikat kepala untuk berdemo.

Sejak tahun ke tahun, demo Bersih ini bertujuan agar ekonomi Malaysia bersih tanpa korupsi. Para demonstran semakin gencar melakukan aksi ini, terlebih saat Perdana Menteri Najib Razak diduga terkait kasus korupsi 1MDB

Tak hanya warga, unjuk rasa juga diikuti anak Mahathir Muhammad, Marina Mahathir.

Sedangkan, protes massa seperti Bersih 5 adalah bukti bahwa Malaysia praktek "demokrasi yang sehat" yang akan meningkatkan pariwisata, kata menteri Datuk Seri Nazri Aziz.

"Ini adalah iklan yang baik untuk Malaysia. Kami memastikan bahwa kami memungkinkan untuk demonstrasi damai bahkan jika itu adalah melawan hukum, "kata pariwisata dan budaya Menteri Malay Mail Online saat dihubungi kemarin.

"Konsep berkumpul secara damai hanya memungkinkan [penyelenggara] untuk menunjukkan di tempat-tempat tertentu, dimana penyelenggara saat ini gagal untuk memahami. Kami sangat toleran dan itu adalah dorongan yang baik bagi perekonomian secara demokrasi di sini adalah sehat, "tambah Nazri.

Kemarin di edisi kelima demonstrasi kelompok jajak pendapat reformasi Bersih 2.0 untuk memprotes korupsi. Meskipun Bersih 5 demonstrasi berakhir damai tanpa insiden, pemimpin PKR Chua Tian Chang dan Zuraida Kamaruddin ditangkap larut malam lalu, mantan untuk kerusuhan. Bersih ketua 2,0 Maria Chin Abdullah bukannya ditahan kemarin pagi di bawah undang-undang anti-terorisme, Pelanggaran Keamanan (Tindakan Khusus) Act 2012.

Nazri, yang Padang Rengas MP, sinis mengatakan bahwa Bersih 2.0 harus mengadakan rapat umum bulanan sehingga pelayanannya bisa membantu mempromosikannya sebagai obyek wisata.

"Perbaiki kencan setiap bulan sehingga saya bisa dimasukkan ke dalam kalender bagi wisatawan untuk datang. Saya ingin wisatawan untuk tahu kita mempraktekkan demokrasi di sini. Saya ingin mengucapkan selamat kepada mereka untuk membantu kami.

"Rally itu sendiri damai dan memberi saya keyakinan bahwa kita bisa menahan lebih banyak," kata Nazri.

Mengambil menggesek di mantan perdana menteri Tun Dr Mahathir Mohamad, yang merupakan salah satu reli headliners, Nazri mengatakan meskipun kritik Dr Mahathir terhadap Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak, ia tidak berdaya dan bahkan berhutang budi kepada pimpinan atas saat ini.

"Ini bukan cara untuk menjatuhkan pemerintah. Dengan 10.000 atau 20.000 orang, itu tidak akan membuat perbedaan. Mahathir dan Muhyiddin [yang] politik bodoh, "katanya mengacu pada mantan wakil perdana menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin.

Dia menambahkan bahwa Dr Mahathir Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) dan partisipasi dalam Bersih 5 adalah berkat Najib lewat UU Damai Majelis 2012.

"Kami telah melewati PAA selama waktu Najib dan tidak Mahathir. Mahathir adalah memanen buah dari kerja Najib, "kata Nazri.

Nazri, yang juga anggota dewan tertinggi UMNO, juga membela tindakan keras di lebih dari 16 individu menjelang unjuk rasa.

"Dalam hukum, segala sesuatu yang kriminal, tidak ada indikasi garis waktu (untuk menangkap). Ini bukan kontrak mana ada masa untuk pembatasan.

"Tapi, ketika datang ke kegiatan kriminal tidak ada batasan. Polisi dapat menyelidiki sampai saat lima tahun, "katanya.(dbs/themalaymailonline/Antara//bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Malaysia
Mantan PM Mahathir Mohamad Ditetapkan sebagai Calon PM Malaysia dari Oposisi
Unjuk Rasa Puluhan Ribu Massa 'Bersih' di Malaysia Berakhir Damai
Dr Mahathir Keluar UMNO untuk Menentang Korupsi
Mahathir Mohamad Desak Pencopotan PM Razak
Aksi Puluhan Ribu Warga Malaysia Protes Besar Tuntut Reformasi
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Tiga Pejabat Bank Mandiri Jadi Tersangka Pembobolan Rp 1,47 Triliun
Pemerintah Indonesia Mengusulkan BPIH 2018 Naik 2,58 Persen
Kasatpol PP DKI Jakarta Gebuk Anak Buah Sampai Memar
Komisi IV DPR Tolak Kebijakan Impor Garam
Gerindra: Usut Tuntas Penembakan Kader Gerindra Oleh Oknum Brimob
Zulhasan dan Pat Gulipat Pasal LGBT
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Ketua DPR Tegaskan Tidak Ada Fraksi DPR Setujui LGBT
Musim Pilkada di Daerah, BUMD Terancam Jadi 'ATM'
Satu Lagi Janji Ditunaikan: Ini Syarat untuk Miliki Rumah DP Nol Rupiah
Tambang Minyak, Mineral dan Batubara Jangan Dijadikan Komoditas Politik
Tidak Boleh Ada Penjualan Pulau Kepada Asing
Pasca Kebakaran, Sekitar 100 Koleksi Museum Bahari Hangus Terbakar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]