Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Thailand
Unjuk Rasa Besar Dimulai di Thailand
Tuesday 14 Jan 2014 12:02:40

Kota Bangkok lumpuh total.(Foto: @RaveenazLife)
BANGKOK, Berita HUKUM - Para pengunjuk rasa mulai memblokir jalan-jalan di sebagian ibu kota Thailand, Bangkok, untuk mendesak mundurnya pemerintahan sebelum menunda pelaksanaan pemilihan umum pada 2 Februari mendatang.

Mereka membuat barikade dan menduduki persimpangan utama di jalan-jalan raya.

Massa mengatakan aksi ini bermaksud untuk melumpuhkan ibu kota. Pekan lalu mereka mengancam akan memutuskan aliran listrik dan air ke kantor-kantor pemerintah.

Pemerintah telah mengirim 18.000 aparat anti huru-hara untuk mengamankan situasi.
Pengunjuk rasa yang memulai aksinya pada November lalu ingin mengganti pemerintahan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dengan Dewan Rakyat.

'Demokrasi keliru'

Mereka mengatakan Yingluck merupakan perwakilan dari saudara laki-lakinya, mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra yang tersingkir oleh militer pada 2006 lalu.

Mereka menuduh kebijakan populis yang dilakukan oleh partai sekutu Thaksin telah menciptakan demokrasi yang keliru.

Partai sekutu Thaksin menjaring dukungan dari pemilih pedesaan dan telah memenangkan empat pemilu terakhir. Partai oposisi utama sekarang memboikot pemilu 2 Februari.

Sedikitnya delapan orang telah tewas sejak aksi protes dimulai akhir tahun lalu.

Pada hari Sabtu, sedikitnya tujuh orang terluka ketika orang bersenjata tak dikenal menembaki demonstran di lokasi protes utama di Bangkok.

Sementara sebelumnya, Tujuh orang mengalami luka-luka, salah seorang di antaranya luka serius, setelah para penembak mengeluarkan tembakan ke arah pengunjuk rasa penentang pemerintah di ibukota Thailand, Bangkok.

Peristiwa pada Sabtu (11/01) kemarin terjadi menjelang rencana aksi besar kelompok penentang pemerintah untuk melumpuhkan ibukota hari Senin mendatang.

Penembakan terjadi di persimpangan jalan di dekat kawasan wisata Khao San, kata polisi. Korban luka berasal dari kelompok antipemerintah.

Kepala militer Thailand Jenderal Prayuth Chan-Ocha menyerukan agar kekerasan segera diakhiri.
"Saya mengkhawatirkan masalah keamanan karena akan ada banyak orang. Kekerasan meningkat.

Saya ingin menyerukan kepada semua pihak dan semua orang agar tidak bentrok dan berkelahi. Tolong jangan gunakan kekerasan," kata Jenderal Prayuth Chan-Ocha di Bangkok.

Sementara itu Sekjen PBB Ban Ki-moon menyerukan agar semua pihak menahan diri.

Kubu oposisi menuntut pemilihan umum bulan depan dibatalkan dan menuntut Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mundur.

Gerakan antipemerintah ini menyatakan akan melumpuhkan ibukota pada Senin.
Kemarin kelompok pendukung dan kelompok penentang pemerintah terlibat bentrokan yang menyebabkan enam orang luka-luka setelah terjadi tembakan dan ledakan.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Thailand
 
• Pemilu Thailand: Pemilih Muda Ingin Ada Perubahan Mendasar
 
• Demonstrasi Thailand: Mengapa Kaum Muda Memimpin Aksi Besar-besaran dan Bersedia Melawan Hukum?
 
• Mahasiswa Tuntut Perdana Menteri Thailand Turun dan Reformasi Monarki, 'Ganyang Feodalisme,Hidup Rakyat!'
 
• Mengapa Pemilu Thailand Diwarnai 'Keganjilan'? Media dan Peretas Pun Dituding
 
• Sempat Hidup Mewah, Mantan Biksu Thailand Divonis Penjara Lebih 100 Tahun
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]