Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Umar Patek
Umar Patek Urung Diadili di Bali
Friday 16 Dec 2011 22:58:46

Umar Patek bersama istrnya saat menjalani rekonstruksi di sejumlah tempat (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Umar Patek urung disidangkan di Bali. Berkas perkara terdakwa pemalsuan dokumen serta aksi bom Natal 2000 dan Bom Bali I 2002 itu akan diadili di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat dalam dua pekan mendatang.

Hal ini menyusul Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat telah menyatakan lengkap (P21) atas berkas Umar Patek tersebut. Setelah dinyatakan lengkap, tim penyidik kepolsiian telah melimpahkan tersangka serta barang bukti kepada pentut umum.

“Tim penyidik Mabes Polri juga telah melimpahkan barang bukti dan tersangka kepada kejaksaan. Artisnya, berkas sudah dinyatakan lengkap dan kejaksaan telah menyusun berkas dakwaan bagi tersangka Umar patek,” kata kapuspenkum Noor Rachmad kepada wartawan di gedung Kejagung, Jakarta, Jumat (16/12).

Menurut dia, tersangka Umar Patek dijerat dengan Pasal 14 jo Pasal 9 jo Pasal 13 (c) UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Terorisme. Selain itu, Patek juga dijerat dengan Pasal 340 KUHP jo Pasal 266 KUHP jo Pasal 55 UU Nomor 9/1992 jo UU Nomor 6/2011 tentang Imigrasi jo Pasal 1 Ayat (1) UU Nomor 12/Darurat/1951 tentang kepemilikan bahan peledak tanpa izin.

"Jika mencermati pasal yang termuat dalam dakwaan terhadap etrsangka Umar Patek, maka yang bersangkutan terancam hukuman mati atau seumur hidup. Dakwaan sengaja dibuat berlapis, agar tersangka tidak bisa dengan mudah lolos dari segala sangkaan atas perbuatannya," jelas Noor Rachmad.(dbs/bie)


 
Berita Terkait Umar Patek
 
• Dituntut Hukuman Seumur Hidup Umar Patek Keberatan
 
• Eksepsi Ditolak, Perkara Umar Patek Dilanjutkan
 
• Umar Patek Tolak Seluruh Dakwaan JPU
 
• Ribuan Polisi Akan Dikerahkan Jaga Sidang Umar Patek
 
• Divonis 27 Bulan Penjara, Istri Umar Patek Pikir-pikir
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]