Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemilu 2014
Ulama Jatim-Jateng Dorong Mahfud MD Merapat ke Prabowo
Monday 21 Apr 2014 09:49:54

Ilustrasi. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Dr. Mohammad Mahfud M.D., S.H., S.U.(Foto: BH/put)
JOMBANG, Berita HUKUM - Para ulama NU sejumlah Pondok Pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah mendorong mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD agar merapat ke Prabowo Soebianto dalam bursa Pilpres yang digelar 9 Juli tahun ini.

Dorongan itu mengemuka dalam acara Halaqoh Kiai NU Terkait Capres-cawapres se-Jatim dan Jateng di Ponpes Aziziyah, Denanyar Jombang, Sabtu (19/4) malam lalu.

Hadir dalam pertemuan itu antara lain pengasuh Ponpes Tebuireng KH Solahudin Wahid (Gus Solah), KH Aziz Mashuri (Ponpes Aziziyah) KH Hasib Wahab, Pesantren Tambak Beras.

Dari Kediri, datang KH Anwar Mansur (PP Lirboyo), KH Anwar Iskandar (Pesantren Al Amin) dan KH Abdurrahman (Ploso Kediri). Selain itu KH Nawawi dari Sidogiri, KH Mas Mansur dari Sidoresmo, Surabaya dan KH. Lukman dari Termas Pacitan.

Gus Solah usai pertemuan mengungkapkan, memang belum ada yang direkomendasi, semuanya masih terbuka komunikasi dengan siapa saja.

Namun, menurutnya, sebagian besar ulama yang hadir dalam pertemuan itu mengarahkan Pak Mahfud MD berpasangan dengan Capres Partai Gerindra Prabowo Soebianto.
"Yang di dalam tadi umumnya condong ke Prabowo," jelas Gus Solah.

Sembari menunggu petunjuk dari para kiai, kata Gus Solah, Mahfud MD diharapkan terus melakukan pendekatan dengan sejumlah fihak, terutama dengan Prabowo Soebianto.

"Tetapi ini tidak menutup kemungkinan untuk berkomunikasi dengan siapa saja. Karena dengan siapa saja masih ada peluang," tandas Rektor Universitas Hasyim Asyari Tebuireng Jombang ini.

Menurut Gus Solah, rekomendasi final dari pertemuan tersebut baru akan diputuskan pada Rabu (23/4) mendatang. Rencananya, pertemuan lanjutan digelar di Ponpes Tebuireng Jombang.

Dijelaskan, dorongan untuk merapat ke Prabowo itu dilandasi pertimbangan, bahwa Mahfud dinilai pantas untuk menjadi bagian pemimpin RI dan peluang terbesarnya terbuka jika berpasangan dengan Prabowo.

Beberapa waktu lalu, dalam pertemuan di Ponpes Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang, para kiai juga sepakat mendukung agar Mahfud MD turut serta dalam bursa capres-cawapres.

Mahfud MD sendiri mengaku siap mengikuti titah para kiai sepuh. Dia berjanji terus menjalin komunikasi dengan sejumlah capres.

"Saya terima dan akan menjadi rujukan dan bahan utama untuk melangkah berikutnya," ujarnya.

Mahfud tak membantah jika sebagian besar kiai mendorong dirinya bergandengan sebagai cawapres dari Prabowo Soebianto. "Rekomendasinya memang begitu, tetapi akan lihat fakta-fakta di lapangan," pungkas lelaki kelahiran Madura ini.(surya/stno/hp/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]