Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Ujian Nasional
UN Hari Terakhir di Samarinda Amburadul, Soal Ujian Foto Copy dari Sekolah Lain
Wednesday 16 Apr 2014 13:41:37

Suasana Ruang Ujian SMK Kesatuan 2 akutansi sekitar pukul 11.00 wita masih menunggu soal ujian.(Foto: BH/gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari terakhir di Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) pada, Rabu (16/4) amburadul dan terkesan persiapan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kaltim asal asalan, sehingga ada sebagian sekolah yang soalnyanya harus di foto copy karena kekurangan soal ujian, namun ada sekolah yang tidak punya soal sama sekali, sehingga meminta foto copy dari sekolah lain.

Amburadulnya pelaksanaan UN pada hari terakhir di Samarinda Kaltm ditemui oleh BeritaHUKUM.com ketika melakukan pemantauan di beberapa sekolah di Samarinda, Rabu (16/4) siang pada mata pelajaran yang kedua.

Pada SMK Negeri 5 yang terletak di Jalan M. Yamin Samarinda, pada saat memasuki pelajaran kedua dalam ujian Multimedia dimana ujian sudah berjalan kurang lebih 10 menit, namun ada sekitar beberapa orang siswa pada ruang 4-06 hanya melototi temannya yang ada didepan dan sampingnya mengerjakan ujian.

Seorang pengawas yang sedang menjaga siswa ujian yang di konfirmasi mengatakan bahwa, mereka masih menunggu soal yang di foto capy karena soalnya kurang, ujar sang pengawas perempuan tersebut.

"Saat dibagi soal terdapat kekurangan jadi 8 orang siswa soalnya masih di foto capy, jadi mereka masih menunggu, mereka dari Multimedia 4 orang dan dari PS 4 orang" ujarnya.

Kepala Sekolah SMK 5 Drs. Mudjianto, ketika diminta komentarnya mengatakan bahwa, soal tersebut mungkin tertukar dengan ruangan lainnya, namun belum ada laporan dari pengawas bahwa adanya soal yang di foto copy, ujar Mudjianto.

Mudjianto juga menambahkan bahwa dari 348 orang siswa yang mengikuti UN tahun ini, sebanyak 346 orang dan 2 siswa akan melakukan ujian susulan karena masih di rawat di rumah sakit. "Namun yang kita harapan bahwa UN tahun 2014 ini SMK5 akan lulus 100 persen," tegas Mudjianto.

Berbeda dengan SMK Kesatuan 2 yang berada dalam kawasan yang berdekatan dengan kampus UNMUL Samarinda, pada pelajaran yang kedua dari 83 orang siswa yang mengikuti UN, sekitar 20 orang siswa jurusan akuntansi tidak memiliki soal ujian, sehingga soalnya diminta foto copy dari SMK 1 Samarinda.

Sehingga pelaksanaannya rencana yang dimulai pada pukul 10.00 Wita dan usai pukul 12.00 Wita jadi molor menjadi pukul 11.00 Wita baru memulai ujian.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Kesatuan 2 Samarinda, Sri Mulyaningsi kepada pewarta mengatakan bahwa, pada pelajaran kedua program keahlian khususnya 20 orang siswa yang jurusan akuntansi soalnya tidak ada, sehingga kepala Sekolah minta foto copy dari SMK 1 Samarinda, ujar Tri.

Terkait dengan masalah tersebut sehingga para peserta ujian yang 20 orang di ujiannya baru dimulai pukul 11.00 Wita, setelah menerima foto copy soal dari SMK 1, jelas Tri.

"Pada saat mata pelajaran yang kedua pada pukul 10.00 Wita diketahui 20 orang siswa yang jurusan akutansi tidak ada soal ujiannya, sehingga kepala sekolah lari ke SMK1 untuk minta foto copy dan masih menunggu, ujian baru dimulai pukul 11.00 wita setelah terima soal," pungkas Tri. (bhc/gaj)


 
Berita Terkait Ujian Nasional
 
Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 Melalui LTMPT
 
Pendaftaran SBMPTN Sampai Besok
 
Seskab: Presiden Jokowi Putuskan Ujian Nasional Tetap Dijalankan
 
Komisi X DPR Dukung Moratorium Ujian Nasional
 
Wawali Gorontalo: Moratorium UNAS Keputusan Tepat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]