Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Pemilu 2014
Tunggu Pengumuman KPU, Presiden SBY Ajak Masyarakat Hentikan Permusuhan dan Fitnah
Thursday 17 Jul 2014 11:23:02

Presiden SBY, saat memberikan sambutan pada Peringatan Nuzulul Qur'an 1435H/2014M, yang diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/7) malam.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhyono (SBY) mengatakan, dalam suasana kehidupan politik pasca Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, seluruh komponen bangsa Indonesia berkewajiban untuk merajut kembali ikatan kita sebagai sebuah bangsa yang bersatu, yang beberapa saat yang lalu pernah terganggu.

“Kita diwajibkan untuk kembali menguatkan ikatan yang kokoh dan menjalin kembali hubungan yang harmonis di antara kelompok yang berbeda pilihan. Kita harus menghentikan permusuhan diantara kita, serta sekaligus menjauhkan diri dari fitnah dan sikap berburuk sangka kepada sesama anak bangsa,” kata Presiden SBY, saat memberikan sambutan pada Peringatan Nuzulul Qur'an 1435H/2014M, yang diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/7) malam.

Kepala Negara mengingatkan, Al-Qur’an mengajarkan umat manusia agar menjauhi sifat berburuk sangka dan menggunjingkan hal-hal yang dapat merusak persatuan dan persaudaraan. Al-Qur’an juga mengajarkan kepada kita untuk tabayyun atau melakukan klarifikasi terhadap berbagai informasi sehingga menjadi jelas duduk perkaranya.

“Jangan sampai persatuan dan persaudaraan kita menjadi terganggu oleh berita-berita dan opini yang tidak benar dan menyesatkan,” tutur Kepala Negara.

Melalui momentum peringatan Nuzulul Qur’an, Presiden SBY berharap, kita dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, lebih mendalami dan mengkaji nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an, dan insya Allah menjadi penyejuk bagi suhu politik yang belakangan cenderung menghangat di negeri kita.

“Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini pula, mudah-mudahan bangsa kita tetap, dan bahkan makin rukun dan bersatu,” kata Presiden SBY berharap.

Kepala Negara menilai, Al-Qur'an memberi petunjuk dalam membangun umat yang saleh, yang diciptakan untuk memberikan manfaat bagi sesama manusia. Mengajak umat manusia untuk saling kenal mengenal dan tidak saling mengisolasi diri. Saling memberi maaf dan tidak saling membenci.

”Al-Qur’an mengajak kita semua untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan, bukan dalam kejahatan dan permusuhan,” terang SBY.

Peringatan Nuzulul Quran 1435H/2014M itu juga dihadiri oleh Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati Boediono, Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin. Selain itu juga hadir sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, dan para duta besar negara sahabat.

Adapun bertindak selaku penceramah adalah Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, yang menyampaikan uraian hikmah berjudul “”Spirit Al-Qur’an Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” .(AOS/ES/setkab/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]