Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Cina
Trump Kenakan Bea Masuk Produk Cina, Beijing Segera Lancarkan Balasan
2018-04-05 04:17:02

Presiden AS Donald Trump menjabat tangan Presiden Cina Xi Jinping ketika keduanya bertemu.(Foto: twitter)
CINA, Berita HUKUM - Beijing berikrar akan membalas tindakan pemerintah Amerika Serikat yang mengenakan bea masuk sebesar 25% terhadap 1.300 produk impor Cina.

Barang-barang yang akan dikenai bea masuk itu mencakup, antara lain produk medis, televisi, dan sepeda motor. Secara keseluruhan nilai barang-barang yang diimpor dari Cina tersebut mencapai US$50 miliar (Rp687 triliun) per tahun.

Gedung Putih menyatakan bea itu diberlakukan sebagai respons atas praktik tidak adil yang dilakukan Cina di bidang hak kekayaan intelektual.

Atas kebijakan itu, Beijing "menentang secara tegas dan sangat mengecamnya".

"Aksi proteksionis dan sepihak semacam ini telah melanggar prinsip-prinsip dan nilai-nilai fundamental WTO," sebut pernyataan Kedutaan Cina di Washington DC.

"Sebagaimana dinyatakan dalam pepatah Cina, tindakan sopan adalah melakukan balasan setimpal.

"Pihak Cina akan memilih menggunakan mekanisme pertikaian WTO dan menempuh langkah-langkah yang sama kuatnya terhadap produk-produk AS sesuai dengan hukum di Cina."

Bottles of California wines are displayed on a shelf at John and Pete's Fine Wine and Spirits on February 14, 2017 in Los Angeles, California.Hak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionAnggur AS tergolong produk yang terdampak dalam 'perang dagang' ini.

Ancaman perang dagang

Berbagai ahli ekonomi telah memperingatkan pemerintah AS bahwa menerapkan bea tambahan terhadap Cina hanya mendorong Beijing melakukan tindakan balasan yang berdampak pada peningkatan harga barang sehari-hari. Konsumen di AS diprediksi akan segera merasakannya.

Penerapan bea masuk sebesar 25% terhadap 1.300 produk Cina mengemuka setelah Cina memberlakukan bea sebesar 28% terhadap 128 produk AS yang meliputi daging babi dan minuman anggur.

Sebelumnya, pada Maret lalu, Presiden AS Donald Trump menaikkan bea masuk terhadap baja dan aluminium dari Cina.

Perdagangan barang AS-CinaHak atas fotoBBC INDONESIA

Menurut sejumlah analis dari S&P Global Ratings, ekonomi Cina semakin kurang bergantung pada ekspor selama beberapa tahun terakhir sehingga dampak kenaikan bea masuk di AS kurang begitu besar.

Sebanyak 18,2% dari produk Cina sepanjang 2016 dikirim ke AS, sebagaimana dipaparkan Departemen Perdagangan AS.

Produk-produk itu mencakup satelit komunikasi, semikonduktor, peralatan penerbangan, mesin peramu minuman, hingga peluncur roket.

Sebaliknya, menurut Joseph Brusuelas selaku kepala ekonom di lembaga RSM US, perang dagang antara Cina dan AS akan menyebabkan perusahaan-perusahaan AS harus merogoh kocek lebih besar. Hal ini dipandang akan membuat harga meningkat dan membebani konsumen.

"Jika pemerintahan Trump tidak menjalankannya mereka akan kehilangan muka dan kredibilitas," ujarnya.(BBC/bh/sya)


Share : |

 
Berita Terkait Cina
Cina Mencatat Laju Ekonomi Paling Lambat, Indonesia 'Perlu Waspada'
Populasi Cina 'Memuncak' pada 2029 dengan 1,44 Miliar Penduduk
Frasa "Tionghoa" dalam KUHPerdata Digugat
Ribuan Orang Demo Mendesak Taiwan Merdeka dari Cina
Cina Telah Mengkonfirmasi Menahan Kepala Interpol yang Diberitakan Hilang, Meng Hongwei
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Siap-siap, WhatsApp Ancam Pidanakan Penggunanya
Utang Pemerintah yang Besar akan Menyulitkan Negara Menalangi Utang Swasta Seperti Krisis 97/08
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Labirin Maskapai Penerbangan Indonesia
Harga Tiket Pesawat Dikeluhkan Mahal, Menhub: Itu Bukan Urusan Saya
Hong Kong: Aksi Ribuan Massa Tetap Digelar Meski RUU Ekstradisi Ditangguhkan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Arief Poyuono: Paslon 01 Mesti Didiskualifikasi, KPU Enggak Paham BUMN Sih..
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]