Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
BNPB
Tren Bencana Di Dunia Meningkat
Saturday 24 Mar 2012 22:47:27

Gambar Pusaran Badai (storm) yang tertangkap melalui satelit luar angkasa. (Foto : ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Dalam beberapa dasawarsa terakhir, masyarakat dunia telah dan akan menyaksikan bencana alam. Baik bencana geologi, hidrometeorologi, biologi maupun akibat ulah manusia.

Selama tiga dasawarsa bencana di dunia mengalami peningkatan sekitar 350%. Kejadian sejumlah bencana tersebut berpengaruh terhadap ekonomi dan kehidupan global.

Gempa bumi di Haiti tahun 2010, banjir di Pakistan tahun 2010, dan banjir di Thailand tahun 2011 makin memerosotkan perekonomian negara-negara miskin dan sedang berkembang. Sedangkan banjir di Australia, gempabumi di Selandia Baru dan gempabumi dan tsunami di Jepang pada 2011, menunjukkan bahwa negara-negara kaya pun tidak kebal terhadap risiko bencana.

Menengok sejarah bencana alam terbesar. Dunia telah mencatat terdapat sepuluh bencana yang mengalami peningkatan kejadian dengan selang waktu yang berdekatan.

Dimulai Oktober 1871 mengenai kebakaran liar di hutan Peshtigo, Wis, Amerika Serikat (AS), menghanguskan 1 juta hektare dan tercatat 1.200 menjadi korban. Lalu disusul ledakan Gunung Krakatau di Pulau Krakatau, Lampung, Indonesia tahun 1883. Lebih dari 36 ribu nyawa hilang dan sepanjang tahun berikutnya, seluruh dunia mengalami gangguan suhu.

Diawal tahun 1970 an, yaitu 1974 dan 1976 terjadi bencana mengerikan berupa angin tornado di 13 negara bagian AS. Tornado “The Super Outbreak” itu tercatat sejarah karena berputar hingga 24 jam lamanya. Lalu gempa Thangsan, China. Meski “hanya” 7.5 SkalaRichter, korban meninggal tercatat 225.000 nyawa.

Memasuki pertengahan milenium, Tsunami Aceh, Indonesia pada 2004 dan Badai Kathrina tahun 2005, di negara bagian New Orleans AS, kembali membuat public dunia berduka cita.

Dampak Buruk Pada Ekonomi dan Jiwa
Kerugian ekonomi global akibat bencana rata-rata dalam 10 tahun terakhir sejak tahun 2000 adalah US$ 110 milyar, dimana total kerugian yang diasuransikan sekitar US$ 35 milyar, sedangkan bencana menyebabkan ekonomi global US$ 130 milyar.
Pada tahun 2011 ternyata terjadi peningkatan hampir dua kali lipatnya.

Gempa bumi dan tsunami di Jepang pada 11 Maret 2011 yang menimbulkan kerugian US$ 220 milyar atau 3,4% GDP Jepang atau hampir seperlima GDP Indonesia saat ini.

Demikian pula banjir banjir di Thailand, akhir 2011, menyebabkan 754 orang meninggal, 10 juta orang menderita, kerugian mencapai US$ 45 miliar. Pertumbuhan ekonomi Thailand merosot sekitar 2,4 persen.

Sedangkan bencana di Indonesia, berdasarkan Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) tahun 1815 – 2011, terdapat 11.910 kejadian bencana yang menyebabkan 329.585 jiwa meninggal dan hilang serta lebih dari 15,8, juta jiwa mengungsi.

Berdasarkan DIBI, menurut Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, bencana menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional menilik data yang ditimbulkan akibat dampaknya, Jakarta, Jum’at, (23/3).

Bahkan Presiden SBY menyampaikan bahwa target pertumbuhan pembangunan tahun 2012 sebesar 6,5% sangat dipengaruhi oleh faktor bencana termasuk bencana alam. (boy)


 
Berita Terkait BNPB
 
Tak Capai Kesepakatan, Pembahasan RUU Penanggulangan Bencana Dihentikan
 
HNW Minta Kepala BNPB, Perkuat Lembaga yang Dipimpinnya
 
Presiden Jokowi Lantik Letjen TNI Ganip Warsito sebagai Kepala BNPB, Gantikan Doni Monardo
 
Kepala BNPB: Lebih Baik Cerewet Daripada Korban COVID-19 Berderet-Deret
 
Launching Hari Kesiapsiagaan Bencana, Siap Untuk Selamat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]