Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres
Tim Prabowo: Jangan Maling Teriak Maling, Jokowi yang Pro Asing
2018-11-25 13:31:11

Andre Rosiade, Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membalas pernyataan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Mereka membantah Prabowo pro terhadap asing dan balik menuding Jokowi.

"Jangan maling teriak maling. Di 16 paket kebijakan Jokowi itu, 8 sektor Kominfo dikasih ke asing, mau dibawa ke mana negara kita," ungkap jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade lewat sambungan telepon, Sabtu (24/11).

Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga mengomentari Prabowo yang menghormati rencana pemindahan Kedubes Australia di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Arya bertanya-tanya apakah pernyataan Prabowo yang tidak mengecam rencana pemindahan itu dimaksudkan untuk mendapat hati pihak asing.

Andre pun tak terima dan balik melontarkan tuduhan kepada Jokowi. Ia mengkritik kebijakan Jokowi yang baru saja dikeluarkan, khususnya dalam bidang ekonomi.

"Lihat kebijakan Pak Jokowi. menyerahkan bulat-bulat kebijakan interkoneksi internet, yang sekarang diprotes oleh asosiasi penyelenggara internet Indonesia," kata Andre.

"Dijual semua itu. Bayangin masa depan Indonesia, pemerintah buat kita jadi pasar digital. Bukan sebagai pemain. Itu yang namanya pro asing dan menyenangkan asing. Jadi jangan buat narasi aneh. Jangan menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri," imbuh politikus Gerindra itu.

Andre juga menuding Arya telah membuat pernyataan yang menyesatkan alias hoax. Ia menegaskan, Prabowo tak pernah menyatakan setuju dengan rencana Australia memindahkan kedubesnya di Israel ke Yerusalem.

"Arya memproduksi hoax. Sudah jelas Pak prabowo dan Bang Sandi mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak pemindahan kedubes Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem. Arya melakukan fitnah yang luar biasa keji ke Pak Prabowo," ucap Andre.

Ia menyebut Prabowo tetap konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Andre mengatakan, komitmen itu juga tertuang dalam sejumlah kontrak politik, salah satunya adalah dengan Ijtimak Ulama.

"Di koalisi kami ada PKS yang rutin gelar aksi bela Palestina dan Pak Prabowo aktif, sering hadir dalam demo dan menyumbang juga," tuturnya.

Lantas apa maksud Prabowo yang menghormati Australia soal rencana pemindahan Kedubesnya di Israel ke Yerusalem?

"Pak Prabowo buat pernyataan itu bukan untuk cari muka atau untuk ambil hati asing tapi untuk menyejahterakan rakyat," jawab Andre.

Sebelumnya diberitakan, Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga mempertanyakan maksud dan tujuan Prabowo yang mengaku menghormati rencana pemindahan Kedubes Australia ke Yerusalem. Ia lalu menyinggung soal pihak asing.

"Kami nggak tahu apakah ini cara Pak Prabowo untuk mengambil keuntungan dari statement tersebut dari pihak asing? Kan selama ini kita tahu ya, ada isu bahwa asing tidak terlalu suka dengan Prabowo, ada isu seperti itu. Apakah ini cara Pak Prabowo untuk mengambil hati asing?" tanya Arya, Kamis (15/11).

tvOne lantas menampilkan pernyataan lengkap dari Prabowo saat diwawancara wartawan di Hotel Shangri-La, Jakarta, tersebut. Berikut lengkapnya:

"Anda tahu Papua New Guinea memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Australia. Jadi saya pikir adalah masalah Australia dan PNG dan Amerika Serikat. Saya pikir masalah itu tidak ada hubungannya dengan kita."

"Memang ada keputusan yang belum saya baca tentang pemindahan kantor kedutaan mereka. Untuk beberapa alasan sebagai negara pendukung Palestina tentu saja kita memiliki opini sendiri. Tapi kita juga harus menghargai kedaulatan mereka."(elz/fdn/detik/bh/sya)


 
Berita Terkait Pilpres
 
Beredar 'Bocoran' Putusan Pilpres di Medsos, MK: Bukan dari Kami
 
Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
 
Ahli dari Kubu Prabowo Sebut Pencalonan Gibran Sesuai Putusan 90, Hakim MK Bilang Begini
 
Bertemu Ketua MA, Mahfud MD Minta Pasangan Prabowo-Gibran Didiskualifikasi di MK
 
Tak Mau Buru-buru Soal Hasil Pemilu, Koalisi Amin Kompak Tunggu Pengumuman KPU
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]