Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
PTPN
Tim PTPN I Tenggelamkan Pelindo II di POR BUMN VII
Sunday 30 Nov 2014 23:19:29

Para pemain tim PTPN I Aceh saat foto bersama usai pertandingan melawan tim Polindo II.(Foto: Istimewa)
ACEH, Berita HUKUM - Kesebelasan PT. Perkebunan Nusantara (PTPN I) Aceh kembali menunjukkan taringnya sebagai juara yang tak terkalahkan di cabang olahraga sepak bola Pekan olah raga (POR) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 2014. Tim kesebelasan karyawan perkebunan dari PTPN I Aceh ini berhasil menenggelamkan kesebelasan Pelindo II di semi final dengan skor 5 - 1 yang berlaga pada, Minggu (30/11) di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta .

Di babak pertama kesebelasan PTPN I melalui Zainuddin alias Drogba setelah mendapat umpan dari Syahbuddin hanya mampu mencetak 1 gol pada menit ke 44. Usai turun minum, PTPN I Aceh ini kembali memporak porandakan pertahanan Tim kesebelasan Pelindo II. Satu serangan balik yang dilakukan oleh Rizki Yuriansyah karyawan PKS Pulau Tiga, PTPN tersebut dengan lincah dilewatinya 2 pemain lawan yang menghadang, dengan melakukan crossing bola ke Syahbudin yang telah menantinya.

Sehingga, kedudukan berubah 2 - 0 setelah Syahbudin berhasil menyarangkan bola ke pojok gawang lawan, Gol ke 3 tercipta dari serangan sayap kanan. Firdaus Ramadhan bermain dari kaki ke kaki dengan Didi Firmansyah, kemudian ia mengumpan bola ke Zainuddin Drogba. Selanjutnya Akbar Nur Fawaz yang berkesempatan menyerang gawang lawan dengan satu tendangan keras, sayangnya ia belum berhasil mencetak gol, karena bola berhasil ditepis oleh penjaga gawang Pelindo II. Bola muntahan ini segera saja dimanfaatkan oleh Zainuddin Drogba, ia menciptakan hattrick sehingga skor menjadi 4 – 0 untuk keunggulan PTPN I.

Meskipun kondisi lapangan yang becek, kesebelasan PTPN I ini tetap gigih melakukan serangan. Untuk tetap menjaga konsistensi serangan dan pertahanan kemudian pelatih Kurnia Khaliq memasukkan Toni Jumaihardi dengan menarik keluar Hendri Handoko wingback kiri, serta Erwin menggantikan Zulbahra alias Muler.

Masuknya dua pemain baru ini ternyata mampu menambah koleksi gol tim PTPN I. Sofyan dapat menahan bola lawan dan melakukan serangan balik. Sekali sentuh ia mengoper bola pada Erwin, Erwin dengan gigih dan cepat menyarangkan bola ke pojok gawang tim Pelindo II dan kedudukan kembali berubah menjadi 5 - 0 untuk keunggulan PTPN I.

Sayangnya karena terlalu asyik menyerang terjadi sempat pelanggaran diluar kotak pinalti yang mengakibatkan tendangan bebas untuk kesebelasan Pelindo II dan gawang PTPN I membuahkan gol, sehingga merubah kedudukan menjadi 5 - 1. Keadaan ini bertahan hingga pertandingan usai.

Pertandingan ini turut disaksikan oleh Mantan Gubernur Aceh Syamsudin Mahmud, Direktur SDM dan Umum PTPN I Ramadhan Ismail, serta tampak pula pemain nasional asal Aceh Ismet Sofyan. Usai pertandingan Ramadhan Ismail memberikan selamat kepada para pemain. Beliau kembali berpesan agar tidak cepat puas dengan apa yang telah diperoleh pada hari ini, karena pertandingan ke depan semakin berat.

Dalam kesempatan itu Kepala Urusan Humas/Protokoler dan Portal PTPN I Adi Yusfan mengatakan bonus kemenangan atas kemenangan hari ini sebesar 11 juta rupiah. “Lima juta dari manajemen tim, lima juta dari Bapak Darcipto, dan satu juta dari Adi Yusfan".

Menurut Adi Yusfan pada awak media ini mengatakan, pertandingan final besok PTPN I akan bertemu dengan PTPN V yang berhasil mengalahkan PT Semen Indonesia dengan skor 6 – 3. "Mohon do’a dan dukungan dari seluruh masyarakat Aceh, agar PTPN I kembali pulang dengan membawa gelar juara pertama cabang sepak bola untuk ke lima kalinya,” ungkap Adi Yusfan menutup percakapannya.(rls/bhc/kar)


 
Berita Terkait PTPN
 
2 Direksi Ditangkap KPK, PTPN III Terkuak Punya Utang Rp 42 Triliun
 
Buruh PTPN I Cot Girek Belum Terima Gaji Selama Sebulan
 
Puluhan Kilometer Jalan Hancur, PTPN I Cot Girek Diam Saja
 
Akhirnya 5.705 Karyawan PTPN I Aceh Terima Pembayaran Gaji
 
PTPN I Aceh Juara Satu POR-BUMN Lima Kali
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Ahok Kritik Digitalisasi 'Paperles' Peruri, Legislator Angkat Suara
Kekacauan Negara Di Era Jokowi
Eva Yuliana Dorong Keimigrasian Terus Perketat Lalu Lintas WNA
Aksi Damai Massa 'Minta DPR RI Dengarkan Suara Rakyat Agar Pilkada 2020 Ditunda'
Tanpa Peran Soeharto, Indonesia Jadi Negara Komunis
PKS: Penghapusan Mata Pelajaran Sejarah Berbahaya dan Tidak Relevan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
PKS: Penghapusan Mata Pelajaran Sejarah Berbahaya dan Tidak Relevan
Jansen Sitindaon: Dulu Jadi Jubir Sandiaga, Sekarang Jadi Lawan
Said Didu: Bu Menkeu, Dulu untuk Dampak Krisis Ditolak, Sekarang Jiwasraya 'Dirampok' Kok Malah Dikucurkan 20 T?
Hasil Olah TKP Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung, Bareskrim Polri: Ada Unsur Pidana
Sekda DKI Jakarta Saefullah Tutup Usia
Syekh Ali Jaber: Saya Tidak Terima Kalau Pelaku Penusukan Dianggap Gila, Dia Sangat Terlatih
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]