Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Bank Mandiri
Tiga Pejabat Bank Mandiri Jadi Tersangka Pembobolan Rp 1,47 Triliun
2018-01-23 07:20:04

Ilustrasi, Kantor Cabang Bank Mandiri (Foto: BH /coy)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kejaksaan Agung menetapkan tiga pejabat Bank Mandiri (persero), Tbk Commercial Banking Center Cabang Bandung sebagai tersangka kasus pembobolan bank hingga Rp1, 47 triliun oleh PT Tirta Amarta Bottling Company (TAB).

Dengan demikian lengkap sudah tersangka dalam kasus mega korupsi itu, setelah sebelum ini Direktur PT Tirta Amarta Bottling Company (TAB) berinisial RT dijadikan tersangka dari unsur swasta. RT sampai kini belum ditahan.

"Dari perkembangan penyidikan yang dilakukan dalam kasus dugaan korupsi pemberian kredit oleh Bank Mandiri pada perusahaan PT TAB telah ditetapkan tiga tersangka. Berinisial SBS, FEZ, dan TKW," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus atau Jampidsus Adi Toegarisman di Jakarta, Senin (22/1).

Identitas ketiga pegawai Bank Mandiri yang menjadi tersangka itu adalah, Surya Baruna Semenguk yang menjabat Commercial Banking Manager, Frans Eduard Zandra sebagai Relationship Manager, dan Teguh Kartiko Wibowo sebagai Senior Kredit Risk Manager.

Adi menjelaskan, penetapan ketiganya sebagai tersangka karena ketiganya berperan sebagai pengusul pengajuan kredit PT TAB kepada Bank Mandiri. "Ketiganya sebagai pengusul untuk pengajuan kredit," pungkas Adi.

Sebelumnya, penyidik telah menetapkan Direktur PT TAB, Rony Tedy sebagai tersangka dalam kasus ini berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: 80/F.2/Fd.1/10/2017 tanggal 19 Oktober 2017.

Kasus dugaan pembobolan Bank Mandiri itu bermula pada 15 Juni 2015, ketika PT Tirta Amarta Bottling (TAB) mengajukan perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit kepada Bank Mandiri, Bandung.

Perpanjangan itu meliputi seluruh fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar Rp 880,6 miliar dan perpanjangan tambahan plafon letter of credit (LC) sebesar Rp 40 miliar, sehingga total plafon LC menjadi Rp 50 miliar. Serta fasilitas Kredit Investasi (KI) sebesar Rp 250 miliar selama 72 bulan.

Dalam dokumen pendukung permohonan perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit itu terdapat data aset PT TAB yang tidak benar dengan cara dibesarkan dari aset sebenarnya.

Sehingga dengan cara itu berdasarkan Nota Analisa Pemutus Kredit Nomor CMG.BD1/0110/2015 tanggal 30 Juni 2015 seolah-olah kondisi keuangan debitur menunjukkan perkembangan. Akhirnya dengan cara itu PT TAB bisa memperoleh perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit dari Bank Mandiri pada 2015 sebesar Rp 1,17 triliun.

Selain itu, PT TAB selaku debitur juga telah menggunakan uang fasilitas kredit antara lain sebesar Rp 73 miliar, yang semestinya hanya diperkenankan untuk kepentingan KI dan KMK, tetapi dipergunakan untuk keperluan yang dilarang dalam perjanjian kredit.(ry/kriminologi/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Kasus Bank Mandiri
Tiga Pejabat Bank Mandiri Jadi Tersangka Pembobolan Rp 1,47 Triliun
Negara Rugi Rp43 Miliar, Manager Bank Mandiri Diringkus Tim Kejaksaan
Kasus Bank Mandiri Rp 51, 542 Miliar, Kejagung Akan Jemput Paksa 2 Tersangka
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Jabat Dewan Pengarah BPIP, Megawati, Mahfud MD, Said Aqil, Syafii Maarif Bergaji Rp 100 Jutaan?
Sengsara Kalau Jokowi 2 Periode
Mulai dari Sembako Sampai THR, Pencitraan Jokowi Menguras Keuangan Negara
Rencana Urun Rembug Alumni UI Mencari Solusi dan Menyelamatkan NKRI
Puluhan Warga Keracunan Keong Sawah, Pemkot Bogor Tetapkan Status KLB
Relawan Bali Kita AS Deklarasikan Abraham Samad Capres 2019
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Mulai dari Sembako Sampai THR, Pencitraan Jokowi Menguras Keuangan Negara
Ditlantas PMJ Meluncurkan Program SIM Keliling di Beberapa Masjid
Landasan Tidak Jelas, Impor Beras 500 Ton Lagi Harus Dibatalkan
RUU Antiterorisme Disahkan Paripurna DPR
4 Pelaku Pembobol Kantor Pegadaian 3 kali Ditangkap, 1 Tewas Ditembak
Kasus Video Viral Dugaan Penghinaan ke Presiden oleh Anak RJ Tetap Berproses
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]