Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Samsung
Tidak Seperti yang Diharapkan Keuntungan Samsung di Perkirakan di Bawah Estimasi
Friday 05 Jul 2013 20:20:15

Logo Samsung.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pertumbuhan pasar ponsel dikhawatirkan akan melambat seiring berjalannya waktu seperti yang dialami Samsung Electronics sendiri, produsen ponsel HP dan televisi terbesar di dunia ini, memperkirakan keuntungan yang 'tidak sebesar yang diharapkan' pada periode April hingga Juni tahun ini, Jum'at (5/7).

Samsung memprediksi keuntungan operasional akan mencapai 9,5 miliar won atau setara dengan US$8,3 juta. Kebanyakan analis berharap angka bisa lebih tinggi mencapai 10,1 miliar won.

Kesuksesan produk ponselnya merupakan kunci penting bagi pertumbuhan Samsung akhir-akhir ini. Namun, muncul kekhawatiran bahwa tingkat pertumbuhan akan melambat walau model ponsel baru telah dimunculkan

Harga saham Samsung turun lebih dari 2% setelah estimasi tersebut diumumkan. Sejak Juni, harga sahamnya bahkan telah turun lebih dari 15% setelah banyak broker menurunkan prospek perusahaan tersebut.

"Perlambatan dalam bisnis ponsel tampaknya lebih buruk dari yang diharapkan dan hasil mengecewakan telah memperkuat pandangan pasar bahwa momentum pertumbuhan ponsel Samsung sedang melambat," kata Lee Sei-chul, seorang analis Meritz Securities di Seoul.

Samsung menikmati sukses besar dalam pasar ponsel beberapa tahun terakhir. Popularitas produk 'galaxy' telah menyalip ketenaran Nokia sebagai produsen ponsel terbesar di dunia tahun lalu.
Menurut riset dari Strategy Analytics, Samsung meraup 95% keuntungan dari seluruh pasar ponsel berbasis Android.

Namun di balik kesuksesan tersebut, ada kekhawatiran bahwa laju pertumbuhan ponsel Samsung mungkin melambat, tren yang akhirnya bisa membuat keuntungan menurun.

Awal bulan ini, Woori Investment & Securities di Korea Selatan memangkas prediksi pendapatan raksasa teknologi ini. Langkah tersebut kemudian diikuti oleh JP Morgan, Goldman Sachs, Merrill Lynch dan lain-lain.

Analis mengatakan jika Samsung ingin mempertahankan tingkat pertumbuhan yang tinggi, perusahaan harus menciptakan produk baru yang lebih inovatif dan mengurangi ketergantungan pada bisnis ponsel untuk mendorong pertumbuhan.

"Salah satu risiko terbesar bagi Samsung Electronics untuk maju adalah bahwa 70% dari total laba usaha berasal dari bisnis perangkat mobile," kata Jeff Kim dari Hyundai Securities.

"Diversifikasi adalah kunci. Perangkat 'yang bisa dipakai' adalah tahap berikutnya dalam industri jenuh yang perlu inovasi terus-menerus untuk bertahan hidup.

"Kita akan melihat pada kuartal keempat dari Samsung dan LG Electronics, dan iWatch dan Galaxy Watch diharapkan menjadi salah satu (perangkat inovatif) yang muncul sebagai gelombang pertama."

Dan Paling di khawatirkan sekali adanya dipicu juga oleh peluncuran produk baru dari produsen saingan asal Cina yang harganya relatif murah dan dilengkapi dengan fitur-fitur yang sama juga.(bhc/bar)


 
Berita Terkait Samsung
 
• Gandeng DANA dan GoPay, Samsung Pay Resmi Meluncur di Indonesia
 
• Samsung Galaxy Note 9 Siap Launching di Brooklyn, NY
 
• Samsung Siap Luncurkan Ponsel Galaxy S9 dan Galaxy S9+
 
• Samsung Siap Ungkap Galaxy S9 Bulan Depan
 
• Galaxy Note 8 Siap Meluncur, Samsung Sebarkan Video Teaser
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]