Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Rupiah
Tidak Ada Masalah Ekonomi, Rupiah Diperkirakan Tetap Tenang Sampai Akhir 2014
Wednesday 24 Dec 2014 04:48:32

Ilustrasi. Agus Martowardjojo.(Foto: dok.BH)
JAKARTA, Berita HUKUM - Menko Perekonomian Sofyan Jalil menegaskan, sampai saat ini tidak ada masalah dengan perekonomian nasional. Ia menilai, pelemahan rupiah yang beberapa lalu sempat menembus angka Rp 12.900 per dollar AS, persoalannya bukan di kita, tetapi di Ameria Serikat (AS).

“Seperti yang saya jelaskan minggu yang lalu, Pak Wapres juga jelaskan, bukan di kita tapi persoalan di Amerika. Karena orang berspekulasi pemerintah Amerika, The Fed, akan menaikkan suku bunga. Padahal tidak, setelah itu rupiah kembali ke nilai fundamentalnya,” kata Sofyan kepada wartawan, seusai menghadiri rapat terbatas terkait fluktuasi rupiah yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (23/12).

Senada dengan Sofyan, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengemukakan, fluktuasi nilai rupiah yang saat ini di kisaran angka Rp 12.500, karena kemarin memang ada gejolak yang cukup tinggi.

“Tapi itu kan lebih utamanya karena faktor di luar negeri, khususnya ketika ada perkembangan di Rusia yang kemudian terjadi tekanan sehingga terjadi capital out flow yang besar di Rusia. Dan juga ada spekulasi terkait dengan rapat di Federal Reserve yang mungkin akan meninggakan tingkat bunga lebih cepat, disamping ada harga minyak yang terus terkoreksi turun,” jelas Agus di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (22/13).

Namun saat ini setelah masuk minggu ketiga, Agus melihat bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah itu sudah lebih tenang. “Jadi kita perkirakan sampai akhir tahun akan tetap tenang, tentu tantangan berikutnya adalah di semester I tahun 2015,” ujarnya.

Gubernur BI itu meyakinkan, bahwa Bank Indonesia akan selalu ada di pasar untuk menjaga agar volatilitas dari pada nilai tukar tetap terjaga. Ia menegaskan, Bank Indonessia dari waktu ke waktu seandainya dirasakan perlu akan melakukan bentuk intervensi.

Namun Agus Martowardojo menegaskan, yang dilakukan bukan hanya dalam bentuk intervensi, tetapi juga dalam bentuk meyakini, bahwa kita bisa mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang sifatnya macro-prudential atau komunikasi, atau koordinasi dengan pemerintah sebagaimana yang dilakukan sekarang.

“Jadi Bank Indonesia juga akan secara umum menjelaskan bagaimana kondisi dan bagaimana strategi daripada Bank Indonesia, nanti dari fiskal. Menteri Keuangan juga akan menjelaskan tentang bagaimana kondisi dan bagaimana strategi dan juga dari real sector, nanti menteri-menteri terkait dengan sektor rill juga akan menyampaikan penjelasan, sehingga ada koordinasi yang baik untuk mempersiapkan Indonesia menjelang akhir tahun dan persiapan awal tahun 2015,” terang Agus Martowardojo.

Rapat terbatas membahas fluktuasi nilai tukar rupiah yang dipimpin oleh Presiden Jokowi itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Sofyan Jalil, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Mensesneg Pratikno, Seskab Andi Wijayanto, Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad.(Setkab/ES/bhc/sya)


 
Berita Terkait Rupiah
 
Efektivitas Peluncuran Uang Kertas Pecahan Rp 75 Ribu Edisi Khusus Dipertanyakan
 
Rupiah Terus Anjlok, Defisit Anggaran Melebar dan Kasus Corona Bertambah
 
Tekapar 127 Poin, Rupiah Menjadi Mata Uang Paling Lemah di Asia
 
Kritik dan Tertawai Cetak Uang Braille, TKN Jokowi - Ma'ruf Sangat Below Standar Pengetahuan
 
IPI: Ada 2 Faktor Penyebab Melemahnya Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]